Penyelam Sering Temukan Keramik Kuno di Dasar Laut Babel

Ketua Harian Emas Diving Club (EDC) Babel, Syarli Nopriansyah mengakui, Perairan Babel terindikasi menyimpan harta karun berharga.

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Ketua Harian Emas Diving Club (EDC) Babel, Syarli Nopriansyah mengakui, Perairan Babel terindikasi menyimpan harta karun berharga.

Seperti yang terjadi di Perairan Belitung, harta karun itu diduga berasal dari tumpahan muatan kapal yang tenggelam berpulu-puluh tahun silam.

"Perairan Belitung memang beberapa kali kita temui, saat kegiatan kami mendampingi Balai Purbakala Jambi. Balau Purbakala Jambi sering melakukan penelitian dan kita dampingi. Saat itulah kita sering menemukan pecahan keramik," kata Syarli ketika dikonfirmasi Bangka Pos Group, Rabu (20/1/2016).

Pernyataan soal pecahan keramik di dasar lautan menurut Syarli hanyalah prediksinya pada harta karun. Namun secara pasti, Syarli tak berani bicara lebih dalam.

"Karena konteks harta karun kami kurang paham. Yang lebih pahan adalah alamarhum Sakinawa. Ketua Harian EDC Babel yang lama," kata pria yang hobi menyelam, sekaligus menjabat Lurah Kenanga Sungailiat itu.

Saat disinggung apakah Babel merasa kecolongan ketika ada pihak lain dari luar daerah yang lebih dulu menemukan harta karun di perairan ini? Syarli menjawab singkat.

"Harusnya iya.,.!" katanya.

Makanya, saran Syarli, perhatian dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan seharusnya lebih ditingkatkan.

"Karena beberapa tahun lalu sempat ada informasi kapal tenggelam, Kapal Asigara Kapal Jepang di Perairan Bangka Barat (Babar), walaupun kita juga tak tahu apa isinya," kata Syarli menyesalkan, khabar seputar Kapal Asigara ini redup dengan sendirinya.

Padahal, cerita tentang Asigara tenggelamn di Perairan Babar, seharusnya dijadikan aset, minimal sebagai objek sejarah.

"Selain itu pemerintah harus fokus pada pentingnya perlindungan atauran misal bahan Purbakala dan sam-sama sama turun. Selama ini kan kita hanya fokus ke timah, padahal banyak yang lainnya. Apalagi dulu kapal dari Batavia ke Malaka selalu lewat kita (Babel), terutama Perairan Belitung," katanya.

Baca berita selengkapnya hanya di Harian Cetak Bangka Pos dan Babel News

Ikuti Berita Terkini, KLIK: www.bangka.tribunnews.com 

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help