Pegawai Showroom Rico 21 Motor Gelapkan Rp 395 Juta

Showroom Rico 21 Motor Pangkalpinang mendatangi kepolisian Polsek Bukit Intan Pangkalpinang

Pegawai Showroom Rico 21 Motor Gelapkan Rp 395 Juta
kompas.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG - Pihak Showroom Rico 21 Motor di wilayah Jalan Mayor Syafrie Rahman Pangkalpinang mendatangi kepolisian Polsek Bukit Intan Pangkalpinang, Rabu (20/1) sore.

Kedatangan pihak tersebut guna melaporkan dugaan adanya tindak pidana penggelapan yang dilakukan seorang oknum pegawainya.

Kejadian tersebut telah terjadi selama enam bulan sepanjang 2015 lalu.

Semenjak Maret hingga Agustus tahun lalu. Terduganya, merupakan pekerja di tempat jual beli kendaraan menggelapkan uang kendaraan di tempat kerjanya diperkirakan Rp 395 Juta.

Kapolres Pangkalpinang melalui Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Raspandi yang dikonfirmasi harian ini, Kamis (21/1) kemarin membenarkan kejadian tersebut. Saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dari pihak pelapor dalam pengungkapan kasus itu.

"Memang telah dilaporkan oleh pihak showroom, yaitu Efrina (24) terkait penggelapan uang, saat ini kita tengah melakukan pemeriksaan," kata kabag saat ditemui di Polres Pangkalpinang, Kamis (21/1).

Ia menjelaskan, bahwa pelaku yang bekerja sebagai pengurus di tempat jual beli kendaraan showroom rico 21 motor itu tidak menyetorkan uang kepada pihak showroom tersebut.

"Setelah diperiksa oleh korban ternyata sejak bulan Maret hingga Agustus tahun lalu, uangnya diperkirakan senilai Rp 395 juta," kata kabag.

Pihaknya mengungkapkan, sebelum terungkapnya penggelapan itu, pelaku telah mengundurkan diri terlebih dahulu dari tempatnya bekerja.

"Pelaku diketahui berinisial LI (24) warga Temberan Kecamatan Bukit Intan. Mungkin setelah pelaku mengundurkan diri, barulah pihak showroom melakukan pemeriksaan keuangan dan diketahui adanya kejadian ini. Namun, saat ini masih kita lakukan pemeriksaan dahulu," jelas Raspandi.

Pihak kepolisian melalui satuan pidana umum tengah melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

"Akan dilakukan pengembangan nanti terhadap objek yang dilaporkan, namun tentu harus dengan tahap-tahap yang sesuai prosedur," tegas kabag.

Pihaknya pun terus melakukan penyelidikan atas laporan yang diterima masyarakat tersebut. Hingga kini, terlapor LI masih diupayakan konfirmasi guna meminta tanggapan terkait adanya laporan tersebut.Hingga berita ini diturunkan, Kamis malam belumlah diperoleh tanggapannya.(M4)

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help