Preman-preman Meresahkan Ini Dihukum Nyanyi Indonesia Raya

10 preman ditangkap ketika melakukan aksi pemalakan terhadap sopir angkot, bus kota dan warga yang melintas.

Preman-preman Meresahkan Ini Dihukum Nyanyi Indonesia Raya
Tribun Jateng
Sejumlah preman di Jawa Tengah dihukum dengan cara hormat bendera selama 15 menit. 

BANGKAPOS.COM, PALEMBANG - Sebanyak 10 preman yang meresahkan karena sering melakukan aksi pemalakan di kawasan Jalan Merdeka, Monpera dan Angkatan 45 Palembang akhirnya berhasil diamankan Unit III Subdit III Jatarnas Ditreskrimum Polda Sumsel, Jumat (22/1) siang.

Ke-10 preman tersebut ditangkap ketika melakukan aksi pemalakan terhadap sopir angkot, bus kota dan warga yang melintas di kawasan ini.

Penangkapan sendiri dilakukan setelah menindak lanjuti banyaknya laporan dari masyarakat karena aksi mereka yang telah meresahkan.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Irsan Sanuaji didampingi Panit I, AKP Zulfikar menuturkan, dari keseluruhan preman yang diamankan tersebut diantaranya ada yang sudah tiga kali diamankan.

Namun, mereka mengaku baru sekali terjaring. Setelah ditunjukan datanya, para preman yang sering kali terjaring hanya terdiam.

Sayangnya, tidak bisa dilakukan tindakan hukum karena tidak ada laporan yang dapat membuat preman-preman ini dilakukan penahanan dan tindak hukum.

"Sehingga, para preman ini hanya dilakukan pendataan. Selain dilakukan pendataan, para preman ini juga mendapatkan hukuman. Tak berat hukuman yang diterima para preman ini, mereka hanya disuruh untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Padamu Negeri," jelasnya.

Hukuman tersebut diberikan untuk membangkitkan rasa nasionalis para preman ini.

Selain itu juga untuk memberikan pengertian sebagai warga negara harus ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bukan hanya bisa meresahkan masyarakat dengan tindakan pemerasan yang dilakukan.

"Para preman ini mengancam bila tidak diberi uang kisaran Rp 2.000-Rp 5.000. Tetapi kami tidak dapat melakukan penahanan, sebaiknya bila memang ada yang menjadi korban dapat melapor sehingga dapat dilakukan penahanan dan tindakan hukum," terangnya.

Editor: fitriadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help