Dewan Desak Penambangan Timah di Aik Ranggong Dihentikan

Penambangan timah di hutan bakau aik Ranggong harus dihentikan. Karena jelas, perizinan tidak dimiliki mereka

Dewan Desak Penambangan Timah di Aik Ranggong Dihentikan
bangkapos.com/dok
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belitung, Isyak Meirobie dan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Belitung, Junaidi Rahman (Junrahman) 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- DPRD Kabupaten Belitung, mendesak aktivitas penambangan timah di Air Ranggong, RT 27/12 Dusun Air Serkuk, Desa Air Saga, Tanjungpandan Belitung segera dihentikan.

"Penambangan timah di hutan bakau aik Ranggong harus dihentikan. Karena jelas, perizinan tidak dimiliki mereka," kata Wakil Ketua II DPRD Belitung, Isyak Meirobie , Senin (1/2/2016).

Isyak mengatakan, itu sudah ditindak secara reponsif dari Ketua RT dan Kepala Desa (Kades) setempat dalam bentuk pelaporan.

"Untuk itu kita perlu mencegah kerusakan yang lebih parah. Ini kegiatan yang sporadis merusak ekosistem," tegasnya.

Sebelumnya, Gundukan bukit kecil, kini telah menumpuk dibeberapa dataran tanah luas berada di Aik Ranggong, RT 27/12 Dusun Air Serkuk, Desa Air Saga. Tumpukan tanah kecil itu muncul, dari kerukan galian tanah aktivitas Tambang Inkovensional (TI).

Aktivitas pertambangan TI ini, dinilai skala besar dan telah membabat kawasan hutan Bakau atau Mangrove. Pasalnya diseputaran kawasan lokasi tambang yang telah membentuk empat buah lobang besar itu, terdapat empat unit alat berat berwarna kuning dan orange.

Empat alat berat tersebut, sebagian masih terus beroperasi mengeruk bagian tanah yang berada didalam lobang. Luasan kawasan pertambangan ini, diperkirakan dua hektar lebih dan hingga kini aktivitas pertambangan diduga ilegal itu masih terus berjalan.

Terdapat tiga orang pengusaha tambang mengeruh timah dilokasi hutan bakau tersebut. Dari tiga orang itu, terdapat dua orang pengusaha telah beraktivitas sekitar enam bulan belakang. Sedangkan satu pengusaha lainnya, hingga Sabtu (30/1) baru merencanakan kegiatan aktivitas tambang.

Dua pengusaha tersebut yaitu berinisial AK dan AI, sedangkan satu pengusaha lainnya yaitu HN. HN merupakan kakak kandung seorang pejabat legislatif di negeri laskar pelangi.

"Pakai alat semua disini. Sudah lumayan juga buka disini, aku saja kerja dilokasi ini sudah dua bulan, ada mungkin enam bulan sudah jalan," ucapnya.

Penulis: Disa Aryandi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved