Gaya Hidup Tak Sehat Paling Berpotensi Jadi Pemicu Kanker

Prevalensi kanker di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Gaya Hidup Tak Sehat Paling Berpotensi Jadi Pemicu Kanker
Kompas.com
Ilustrasi

BANGKAPOS.COM - Prevalensi kanker di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sebagian besar kanker disebabkan gaya hidup yang tidak sehat.

Hal tersebut yang diungkapkan Ahli Hematologi Onkologi Medik UGM, dr Mardiah Suci Hardianti PhD SpPD, ketika ditemui di KSM Penyakit Dalam RSUP Dr Sardjito, belum lama ini.

Mardiah mengatakan munculnya kanker dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, faktor dari dalam yakni kerentanan individu untuk menderita kanker.

Kedua, akibat faktor luar yaitu kanker yang didapat akibat pengaruh lingkungan dan pola hidup tidak sehat. Infeksi virus juga bisa mengakibatkan timbulnya kanker.

Misalnya, virus Epstein Barr atau EBV dapat menyebabkan kanker nasofaring, kanker leher rahim (serviks) dapat diakibat oleh infeksi virus HPV, dan kanker hati bisa berkaitan dengan virus Hepatitis-B.

Kedua faktor tersebut, baik faktor dari dalam maupun dari luar jika mengakibatkan perubahan atau mutasi pada gen yang berperan pada timbulnya kanker pada akhirnya menyebabkan terjadinya kanker.

Namun begitu, sebagian besar kejadian kanker dipengaruhi faktor luar.

Guna menekan kejadian kanker, Mardiah menghimbau masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Selain itu juga menjauhkan diri dari faktor risiko terkena kanker. Kanker dapat dicegah dengan menghindari faktor risikonya.

Antara lain menghindari paparan asap rokok, polusi, sinar UV, konsumsi alkohol, serta diet rendah serat. Selain itu mempertahankan untuk tetap aktif secara fisik penting dalam upaya mencegah kanker.

"Melakukan vaksinasi juga bisa mencegah risiko kanker yang diakibatkan karena infeksi virus," tuturnya.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help