Kombes Krishna Murti Sering ke Kalijodo Sebelum Tangani Kasus Mirna

Akhir-akhir ini nama Kalijodo menjadi topik hangat berita-berita media.

Kombes Krishna Murti Sering ke Kalijodo Sebelum Tangani Kasus Mirna
KOMPAS.COM/IMANUEL MORE GHALE
Dua tokoh masyarakat Pejagalan, Ajis Ngemba (kemeja biru), dari Kalijodo, dan Jamal (jaket hitam), bertukar nomor ponsel setelah sepakat untuk berdamai di Mapolres Metro Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (21/3/2013). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Akhir-akhir ini nama Kalijodo menjadi topik hangat berita-berita media.

Penyebabnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama berencana menertibkan kawasan tersebut.

Nama Kalijodo sendiri bagi masyarakat Jakarta sudah sangat terkenal.

Daerah ini kalau boleh dibilang 'texas'nya Jakarta.

Di sini perjudian ada perjudian. Pelacuran marak. Perkelahian antargeng bukan hal aneh.

Bagaimana kerasnya dunia kriminalitas di Kalijodo, Krishna Murti pernah menceritakannya saat dirinya menjabat Kapolsek Penjaringan, Jakarta Utara.

Nama Krishna Murni sendiri belakangan ini sangat populer sejak kasus bom Sarinah. Menyusul kemudian kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin yang menjerat Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka.

Jabatan Krishna Murti sekarang pun makin bergensi, sebagai Direskrimum Polda Metro Jaya.

Dalam ceritanya ketika menjabat Kapolsek Penjaringan, Krishna menggambarkan: Aksi main bakar! Itulah ciri yang selalu dipertontonkan para pelaku tindak kekerasan setiap kali terjadi perang antargeng di Kalijodo.

Peristiwa 22 Februari 2002 dini hari, tulis Harian Kompas, 4 Maret 2002, bukanlah yang pertama. Sebelumnya, skalanya disebut kecil, hanya satu-dua rumah.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved