Rudi Harlan Bikin Film Dokumenter Harmonisasi Melayu-Tionghoa Babel

Rudi Harlan bertepatan dengan momen Imlek membuat film dokumenter tentang keharmonisan dan akulturasi antara masyarakat

Rudi Harlan Bikin Film Dokumenter Harmonisasi Melayu-Tionghoa Babel
IST
Pembuatan film dokumenter Imlek 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sutradara Eagle Documentary Series Metro Tv asal Babel Rudi Harlan diawal tahun 2016 bertepatan dengan momen Imlek membuat film dokumenter tentang keharmonisan dan akulturasi antara masyarakat Tionghoa dan Melayu di Pulau Bangka dengan lokasi shooting di kota Sungailiat yang direncanakan tayang secara nasional di Metro TV pada hari Kamis, 18 Februari 2016 pukul 21.05 WIB.

Perayaan tahun baru Imlek merupakan salah satu hari besar yang dirayakan oleh warga Tionghoa, sejak zaman reformasi Tahun baru Imlek di Indonesia ditetapkan menjadi hari libur nasional serta masyarakat Tionghoa bisa menggelar tradisi mereka di depan umum.

Sebagai bangsa yang terdiri dari berbagai suku dan agama, toleransi dan kerukunan menjadi salah satu syarat mutlak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, oleh sebab itu harus bersama-sama kita jaga dan pupuk sehingga dapat beriringan dengan kemajuan dan perkembangan zaman yang semangkin maju.

Metro Tv melalui program acara Eagel doc series ingin mengangkat kisah inspirasi kerukunan dan keharmonisan bertepatan dengan moment Imlek 2016. Setelah team mengkaji dan menganalisa daerah yang cocok dan layak untuk diangkat, akhirnya memutuskan memilih Prov. Kep. Bangka Belitung tepatnya di kota Sungailiat.

“Saya sebagai putra kelahiran Pulau Bangka cukup mengenal dan aktif menyakinkan kawan-kawan team di Jakarta tentang kerhormonisan dan akulturasi di Babel untuk diangkat menjadi sebuah film dokumenter sebagai inspirasi dan contoh bagi daerah-daerah lainnya di Nusantara,” ungkap Rudi Harlan saat bersilaturahmi ke Bangka Pos bersama kepala Sekolah SMA Setia Budi, Minggu (13/2).

Rudi Harlan yang juga pembuat film “Oase Di Gurun Timah” ini juga menjelaskan, sebelum ia memilih kota Sungailiat sebagai lokasi shootingnya ia terlebih dahulu melakukan diskusi dengan beberapa tokoh Tionghoa dan Melayu di Pulau Bangka.

“Saya melakukan diskusi dengan tokoh-tokoh Tionghoa dan Melayu serta melakukan riset agar film yang akan ditayangkan secara nasional nanti dapat dipertanggungjawabkan, hasil diskusi dan riset yang saya lakukan akhirnya menemukan serta memutuskan untuk mengambil sudut pandang film dimulai dari dunia pendidikan yaitu SMA Setia Budi yang memiliki latar sejarah yang panjang dari perjuangan tokoh-tokoh Tionghoa dan Melayu di Pulau Bangka, yang berinteraksi dengan masyarakat luas”, Jelas Rudi Harlan.

Riset dan pembuatan film dokumenter yang diberi judul “Pulau Harmoni” ini memakan waktu sekitar satu bulan lebih dengan tempat shooting di kota Sungailiat yang saat ini sedang tahap editing.

“Sekitar bulan Januari saya melakukan riset dan tanggal 4 - 9 kami melakukan pengambilan gambar dengan ditemani 2 orang sahabat saya, Fedri Bonco dan Angga dari Jakarta, selama di kota Sungailiat kami merasakan keharmonisan dan akulturasi yang terjadi antara Tionghoa dan melayu, dan sangat terasa kuat di SMA Setia Budi," ungkapnya.

Selanjutnya kami pun merekam suasana perayaan imlek atau yang lebih sering disebut masyarakat Bangka dengan sebutan Kongian, dengan suasana kota Sungailiat di guyur hujan sepanjang hari tapi masyarakat berbagai suku antusias bersilaturahmi ke rumah warga-warga Tionghoa.

"Tokoh utama film ini adalah Fadhilah Imam, SE kepala sekolah dan Rian Tono seorang guru bahasa mandarin SMA Setia Budi yang merupakan anak dari keturunan perkawinan antara Tionghoa-Melayu dan ia pernah mendapat beasiswa sekolah ke Negeri Tiongkok”, kata Rudi Harlan.

Rudi Harlan yang juga merupakan Juri pada Festival Film Dokumenter yang diselenggarakan Pemerintah Prov.Kep. Bangka Belitung ini bersama Kepala Sekolah dan Ketua Yayasan SMA Setia Budi serta beberapa tokoh film dan kru berencana bertemu dengan Bapak Bupati Bangka Tarmizi Saat dan Gubernur Bangka Belitung Rustam Effendi untuk mengundang serta meminta dukungannya untuk pelaksanaan Kegiatan Festival “Kongian Menyapa” SMA Setia Budi yang akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 21 Februari 2016 serta kegiatan Nonton Bareng film “Pulau Harmoni” tayang perdana di Metro Tv, Kamis (18/2) yang akan dilaksanakan di kota Sungailiat.

“Kami sangat mengharapkan sekali dukungan Bapak Bupati Bangka, Bapak Gubernur Babel, dan tokoh-tokoh masyarakat, media massa lokal dan masyarakat luas untuk pelaksanaan kegiatan nonton bareng dan festival “Kongian Menyapa” sebagai salah satu cara kita untuk mempererat dan mengkampanyekan kerukunan dan harmonisasi dalam kehidupan kita bersama, dan Insyaallah melalui film dokumenter dan kegiatan ini dapat memperkenalkan kehidupan masyarakat di Pulau Bangka Belitung ke masyarakat nasional bahkan internasional”, harap Rudi Harlan.

Penulis: edwardi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved