SMA Setia Budi Kembali Menggelar Festival Imlek Menyapa

Festival Budaya Ketika Imlek Menyapa adalah sebuah bentuk pembelajaran yang diberikan kepada siswa SMA Setia Budi

SMA Setia Budi Kembali Menggelar Festival Imlek Menyapa
IST
SMA Setia Budi Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Festival Budaya Ketika Imlek Menyapa adalah sebuah bentuk pembelajaran yang diberikan kepada siswa SMA Setia Budi Sungailiat tentang bagaimana kerekatan budaya di kabupaten Bangka ketika suku Tionghoa Bangka merayakan hari keagamaan tersebut.

Kepala Sekolah SMA Setia Budi Sungailiat, Fadhilah Imam menjelaskan momen Imlek yang dalam bahasa Tionghoa Bangka disebut Kongian merupakan momen yang mempertemukan semua suku di Bangka dalam sebuah perayaan hari raya, secara implisit ada perjanjian timbal balik ketika suku lainnya melaksanakan perayaan keagaman lainnya.

"Sesungguhnya masyarakat Bangka adalah masyarakat majemuk yang mempunyai tingkat toleransi yang tinggi dan bukanlah komunal yang parsial," ujarnya.

Menurutnya kondisi tersebut tetap terpelihara tanpa konsef yang tersurat tetapi timbul dari sebuah kearifan yang turun temurun. SMA Setia Budi mengajarkan bahwasanya kearifan lokal ( local wisdom ) itu harus terus dipertahanan dan menjadi konsef kebangsaan yang dicita-citakan.

Seperti pada perayaan saudaranya yang beragama Islam, Kristen, Katolik dan Budha semua dimaknai dengan rasa gembira, untuk itu format kegiatan yang diberikan berupa Festival Budaya yang mengetengahkan kebersamaan dalam keragamaan dimana semua siswa yang berbeda suku ikut serta.

"Tentunya dalam festval ini nuasa seni akan lebih memaknai bentuk kegiatan tersebut. SMA Setia Budi selalu berharap nilai-nilai turun menurun ini haruslah menjadi bagian mencerdaskan rasa kebangsan siswa serta menumbuhkan rasa bangga terhadap daerahnya kabupaten Bangka yang dicintai," ujarnya.

Selanjutnya nilai-nilai itu menjadi kerangka untuk INDONESIA SATU. Pada kegiatan tahun ini festival Budaya diisi dengan kirab Budaya dan dilanjutkan dengan ”Untaian Mutiara Nusantara di Bumi sepintung Sedulang “.

Bangka Hebat Indonesia Luar Biasa

Maka menarilah suku Aceh, tapanuli, Padang, Palembang, Sunda, Jawa, Bugis, Bali, Dayak , Papua, Melayu Bangka dan Tiong Hoa dalam kebersamaan yang hakiki ketika Kongian menyapa saudaranya.

Pelakasanaan kegiatan akan dilaksanakan pada hari minggu , 21 Februari 2016 dimulai dengan kirab budaya masing-masing suku yang ada di Pulau Bangka dengan pakaian adat masing-masing daerah dan akan menari sepanjang jalan sudirman sungailiat tepat pukul 13.30 dan berahir pukul 12.30 , setelah itu para peserta kirab budaya siswa SMA Setia Budi akan menuju lapangan sekolah TK SD plus Setia Budi di sekitar jalan Sudirman yang orang Sungailiat biasa menyebutnya dengan Simpang Loek A Tjhin, setelah itu Tarian kolosal daerah yang dipesembahakan siswa SMA Setia Budi sebanyak 183 siswa penari dan 40 pemusik akan menari secara kolosal selama 90 menit.

Kuliner khas pulau Bangka kan menutup kegiatan berupa saung –saung asal daerah berisi kue khas Bangka dan makanan lainya.

Kegiatan Festival terbuka untuk umum dan akan dihadiri pejabat-pejabat di Pulau Bangka Belitung , tokoh masyarakat , tokoh agama pemuka adat.

Penulis: edwardi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved