SMA Setia Budi Angkat Akulturasi Melayu-Tionghoa Lewat Festival Kongian Menyapa

Kepala SMA Setia Budi Sungailiat Fadhilah Imam memberikan apresiasi dan dukungan bagi Rudi Harlan, Sutradara Eagle Documentary

SMA Setia Budi Angkat Akulturasi Melayu-Tionghoa Lewat Festival Kongian Menyapa
IST
Kepala SMA Setia Budi Sungailiat Fadhilah Imam bersama Rudi Harlan, Sutradara Muda Asal Pulau Bangka Pemenang Eagle Award Metro TV 2008 berfoto bersama Bupati Bangka H Tarmizi Saat, Senin (15/2/2016) di Ruang Kerja Bupati Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Kepala SMA Setia Budi Sungailiat Fadhilah Imam memberikan apresiasi dan dukungan bagi Rudi Harlan, Sutradara Eagle Documentary Series Metro TV asal Babel yang telah mengangkat tema kerukunan dan harmonisasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui film dokumenter Pulau Harapan.

"Kita menyiapkan nonton bareng di Sekolah Setia Budi Plus di Lokacin bersamaan dengan final lomba busana Tionghoa yang di laksanakan SMA Setia Budi. Nanti juga ada talk show diatur oleh Humas Pemkab Bangka," jelas Imam didampingi Rudi Harlan, Sutradara Eagle Documentary Series Metro TV asal Babel kepada bangkapos.com, Senin (15/2/2015) di SMA Setia Budi Sungailiat.

Dia mengatakan, tim dari Metro TV datang langsung bersama Rudi menemuinya untuk membuat film dokumenter Eagle Documentary Series Metro TV berjudul Pulau Harapan ini.

"Kebetulan yang diangkat lokasinya di SMA Setia Budi, karena ada konsep wawasan kebangsaan yang akulturasi budaya. Itu dilihat dari festival budaya imlek yang dulu-dulu itu," ungkap Imam.

Rencananya nonton bareng ini bersama Bupati Bangka dan para tokoh-tokoh Melayu dan Tionghoa.

Selain itu pada tanggal 21 Februari nanti akan diselenggarakan Festival Kongian Menyapa dengan tema Merajut Kemajemukan di Bumi Sepintu Sedulang. Festival budaya ini dimeriahkan dengan berbagai atraksi kirab budaya, tari kolosal dan berbagai kegiatan lainnya.
Festival ini dilaksanakan setelah perayaan Imlek yang jatuh pada tanggal 9 Februari lalu.

"Tahun ini diperbanyak sukunya kalau kemarin ada 12 sekarang 18 suku yang menari dilaksanakan oleh siswa, baik musik, tarian dan penarinya dari siswa-siswi SMA Setia Budi," kata Imam.

Ia mengaku diangkatnya film dokumenter Pulau Harapan ini karena Bangka identik dengan kemajemukan antara suku Melayu dan Thionghoa.

Apalagi Mantan Gubernur Babel Hudarni Rani selalu mengelorakan kata-kata Tongin Fang in Jit Jong yang artinya Tionghoa-Melayu sama-sama bersaudara.

"Kata-kata ini diangkat supaya inilah bentuk aktualisasi dari harmoni itu. Ini diangkat kita aktualisasi dalam bentuk seni. Imlek atau kongian ini tempat orang bertemu, tidak parsial tetapi justru terintegrasi," jelas Imam.

Bahkan jaman orde baru saat budaya warga Tionghoa dilarang justru di Pulau Bangka tidak ada persoalan dimana masyarakatnya sangat rukun. Baik pejabat, aparat keamanan dan semua elemen masyarakat datang berkunjung saat Imlek karena orang datang merayakannya.

"Apa salahnya sekarang diaktualisasi dalam seni dipertontonkan kepada orang bahwa Bangka itu ini lho aktualisasi, akulturasi budaya dengan tarian kolosal, moment ini diangkat," jelas Imam.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved