Aktivis Pemuda Nilai Penanganan Korupsi di Babel Setengah Hati

GBLK juga menyoroti penanganan kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel)

Aktivis Pemuda Nilai Penanganan Korupsi di Babel Setengah Hati
bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Rabu (17/2/2016) pagi sekelompok aktivis pemuda mengatasnamakan Gerakan Berjamaah Lawan Korupsi (GBLK) dikoordinir oleh Dr (cand) Faisal SH menggelar konferensi pers di hadapan para awak media massa (cetak/elektronik). 

Laporan wartawan Bangkapos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Aktivis pemuda yang tergabung dalam Gerakan Berjamaah Lawan Korupsi (GBLK) juga menyoroti penanganan kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pangkalpinang saat menggelar konferensi pers, Rabu (17/2/2016).

Faisal, aktifis Pemuda Muhamadiyah mengungkapkan sejumlah perkara kasus korupsi yang ditangani Kejati Babel, diantaranya PLTU Air Anyir, Pulau Tujuh serta kasus korupsi PDAM Kota Pangkalpinang dinilainya terkesan 'setengah hati'.

"Ya kesannya seperti setengah hati saja. Seperti penanganan kasus korupsi PLTU Air Anyir yang sempat mencuat di media massa namun akhirnya di SP3-kan, bukan kah mereka (Kejati Babel--red) malah mereka yang mengakhiri tanpa kejelasan padahal ini menyangkut hak rakyat untuk mengetahuinya apa alasan pihak Kejati Babel me-SP3 kan kasus itu," kata Faisal saat ini aktif sebagai dosen di fakultas hukum Universitas Bangka Belitung (UBB) di sela-sela konferensi pers yang digelar GBLK di sebuah kafe kawasan jalan Hamidah Kota Pangkalpinang.

Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help