Darurat Global, Ilmuwan 'Ciptakan' Nyamuk untuk Melawan Virus Zika

Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus Zika yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Darurat Global, Ilmuwan 'Ciptakan' Nyamuk untuk Melawan Virus Zika
AFP / CHRISTOPHE SIMON
Matheus Lima memegang anaknya, Pietro, berumur 2 bulan, yang menderita mikrosefali diduga dampak virus Zika akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti, di Salvador, Brasil, 28 Januari 2016. 

BANGKAPOS.COM - Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus Zika yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Saat ini belum ada obat atau vaksin untuk penyakit ini.

Salah satu upaya pengendalian zika adalah menggunakan nyamuk yang direkayasa genetik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendukung penuh percobaan nyamuk tersebut.

Meski demikian, aktivis lingkungan memperingatkan risiko dari menghapuskan suatu spesies.

Dalam pernyataannya, WHO mengatakan bahwa pendekatan biologi untuk memberantas nyamuk merupakan upaya pertahanan yang bersifat segera.

Percobaan memakai nyamuk yang sudah direkayasa genetik itu dikembangkan oleh Oxitex, perusahaan Inggris, yang dilakukan di Kepulauan Cayman dan Brasil.

Perusahaan itu mengembangkan teknologi mikroinjeksi pada telur-telur nyamuk. Injeksi itu berisi gen-gen yang menghasilkan protein tertentu yang mencegah keturunan nyamuk vektor demam dengue mencapai usia dewasa.

Teknik lain yang dipertimbangkan adalah melepaskan nyamuk jantan yang dimandulkan dengan radiasi dosis rendah.

Metode ini sudah dipakai oleh International Atomic Energy Agency untuk mengendalikan serangga yang merusak pertanian.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved