Limbah Tambang Tutupi Saluran Air, Tanggul PDAM Kolong Merah Jebol

Sumber air baku PDAM Tirta Bangka di Kolong Pasir Merah Kecamatan Belinyu tercemar lagi. Selain imbas banjir pekan lalu

Limbah Tambang Tutupi Saluran Air, Tanggul PDAM Kolong Merah Jebol
IST
Tanggul PDAM Tirta Bangka si Kolonng Merah Belinyu Jebol. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sumber air baku PDAM Tirta Bangka di Kolong Pasir Merah Kecamatan Belinyu tercemar lagi. Selain imbas banjir pekan lalu, sumber airbaku itu terkontaminasi oleh limbah tambang ilegal (TI Rajuk) di sekitarnya.

Hal ini diungkapkan Direktur PDAM Tirta Bangka, Wellindra Bashir kepada Bangka Pos Group, Rabu (17/2/2016) malam di Sungailiat.

"Ini adalah hasil pemantauan kami tentang instalasi airbaku bersama Pol PP kecamatan Belinyu," kata Welli kepada Bangka Pos Group, Rabu (17/2/2016) malam di Sungailiat.

Terkait kondisi itu, Welli mengaku telah mengerahkan dua unit eksavator guna melakukan normalisasi tanggul dan saluran di kolong pasir merah yang jebol.

"Ini merupakan dampak banjir dan tertutupnya saluran akibat tambang ilegal," katanya.

Welli mengakui, aktifitas TI di kawasan Kolong Pasir Merah Belinyu masih marak. Padahal,Tahun 2015 lalu, PDAM Tirta Bangka bersama Pol PP dan Polres Bangka sudah mengelar razia, termasuk menyita alat tambangnya.

"Tapi rupanya saat saya tinjau kemarin, masih ada aktifitas tambang rajuknya. Saya langsung berkroordinasi dengan Pol PP dan kordinator penambang. Disaat kita masih panik mereka sudah aktifitas di bagian hulu dan dampaknya air baku kita," katanya.

Menurut Welli, berbagai alasan diutarakan penambang ketika dirazia. Alasan perut hingga alasan lainnya dijadikan dasar agar peralatan tambang tak disita aparat.

"Penambang itu kalau dikasih tahu malah gayanya buduh budou puyu (pura-pura bodoh -red). Tapi begitu kita lengah mereka bergerak," katanya.

Intinya, sela masih dipercaya menjabat Direktur PDAM Tirta Bangka, Welli mengaku siap bertindak tegas pada tambang ilegal yang dimaksud.

"Kalau pun tambangnya legal silahkan lakukan presentasi dan legalitas yang jelas sesuai denghan Juklak dan Juknisnya pertambangan. Tapi kalau ilegal, kami akan lakukan penertiban atau razia lagi," katanya.

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved