Harmonisasi Antar Etnis dan Umat Beragama Jadi Modal Pembangunan

Pembangunan tidak hanya bersumber dari sumber daya alam tetapi juga kebersamaan dalam harmonisasi antar etnis dan umat beragama

Harmonisasi Antar Etnis dan Umat Beragama Jadi Modal Pembangunan
bangkapos.com/Nurhayati
Sekda Bangka H Fery Insani, Tokoh Masyarakat Tionghoa Agung Setiawan, Ketua FKUB Kabupaten Bangka Husin Djais, Sutradara Eagle Documentary Series, Rudi Harlan dan Kepala SMA Setia Budi Sungailiat Fadhilah Imam saat talk show, Kamis (18/2/2016) malam di Sekolah Plus Setia Budi Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pembangunan tidak hanya bersumber dari sumber daya alam tetapi juga kebersamaan dalam harmonisasi antar etnis dan umat beragama menjadi modal untuk membangun daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekda Bangka H Fery Insani dalam talk show bertemakan keragaman kultural sebagai kekuatan sosial budaya mewujudkan masyarakat yang harmonis, Kamis (18/2/2016) malam di Sekolah Plus Setia Budi Sungailiat.

"Tidak ada bedanya antara kita dengan suku lainnya, tidak ada bedanya dengan umat beragama lainnya, bahwa kita merasa satu, kita merasa seperti saudara sendiri," ungkap Fery pada talk show yang disiarkan langsung oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia Sungailiat dipandu Reporter RRI Lalang Gumilang, saat acara nonton bareng film dokumenter pada program acara Eagle Documentary Series berjudul Pelangi di Pulau Harapan yang disiarkan oleh Metro TV film Dokumenter pada program acara Eagle Documentary Series .

Untuk itu lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Bangka dengan berbagai regulasi memberikan segala kemudahan demi terciptakan kondisi yang kondusif di masyarakat.

Diakui Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bangka Husin Djais, Kabupaten Bangka merupakan daerah yang kerukunan umat beragama dan antar etnisnya terjalin dengan erat dan kuat.

"Kita mendengar bahwa ada semacam pujian dari teman-teman kita yang ada di luar bersama FKUB mereka mengatakan bahwa Bangka adalah daerah yang menjadi patokan kawan-kawan semua merupakan daerah yang hampir zero konflik, hampir tidak ada konflik," jelas Husin.

Namun terkadang menurutnya, ada unsur-unsur yang tidak suka indahnya dalam hal harmonisasi di Kabupaten Bangka.

"Bukan tidak mungkin saya katakan ada orang yang mencoba menganggu kita dalam tanda kutip," kata Husin.

Diakuinya, keamanan yang ada di Bangka ini karena adanya rasa kebanggaan terhadap budaya dan mensinergikan adanya kebersamaan dalam budaya di masyarakat.

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved