Rudi Harlan Angkat Film Dokumenter Pelangi di Pulau Harapan ke Internasional

Pelangi di Pulau Harapan yang mengangkat harmonisasi antara etnis Melayu-Tionghoa ini akan diangkat ke tingkat internasional.

Rudi Harlan Angkat Film Dokumenter Pelangi di Pulau Harapan ke Internasional
bangkapos.com/Nurhayati
Sekda Bangka H Fery Insani, Tokoh Masyarakat Tionghoa Agung Setiawan, Ketua FKUB Kabupaten Bangka Husin Djais, Sutradara Eagle Documentary Series, Rudi Harlan dan Kepala SMA Setia Budi Sungailiat Fadhilah Imam saat talk show, Kamis (18/2/2016) malam di Sekolah Plus Setia Budi Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Film dokumenter pada program acara Eagle Documentary Series berjudul Pelangi di Pulau Harapan yang mengangkat harmonisasi antara etnis Melayu-Tionghoa ini akan diangkat ke tingkat internasional.

Rencananya film dokumenter garapan Sutradara Muda Asal Pulau Bangka Pemenang Eagle Award Metro Tv 2008, Rudi Harlan ini akan ikut kompetisi film dokumenter internasional.

"Bagaimana kita mengangkat budaya kita ke tingkat nasional dan internasional. Di film bisa menjadi promosi pariwisata, baik alamnya, dan budaya yang ada didalamnya. Kapan lagi kita memasukan daerah kita di televisi nasional sehingga menjadi lebih populer lagi di Indonesia dan insya Allah film ini akan ditayangkan di luar negeri, di Amerika sehingga masyarakat luar mengenal kebudayaan kita," jelas Rudi saat dalam talk show bertemakan keragaman kultural sebagai kekuatan sosial budaya mewujudkan masyarakat yang harmonis yang disiarkan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia, Kamis (18/2/2016) malam di Sekolah Plus Setia Budi Sungailiat.

Menurutnya justru dari hal-hal kecil yang didaerah dianggap biasa, seperti anak-anak melayu bermain barongsai tetapi dari kacamata dokumentar dan orang luar melihatnya sebagai sesuatu yang luar biasa.

Untuk itu Rudi mengharapkan Pemkab Bangka pada tahun 2016 ini bisa diadakan festival film dokumenter sehingga bisa mendorong pariwisata di Babel baik di nasional maupun internsional.

"Film ini akan kita kompetisikan lagi ke tingkat nasional dan internasional sehingga bisa membangun pencitraan positif tentang Pulau Bangka yang kemarin kita dengar isu-isu yang sedikit berbau agama tapi insya Allah dengan hadirnya film ini di Metro TV ditayang nasional dan internasional merubah pandangan orang-orang," harap Rudi.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved