BangkaPos/

Mencuri di Kampung Sendiri, Bos Pencuri Sapi Tumbang Kena Tembak

Zulkifli (36), bos kawanan pencuri sapi lintas kabupaten di Lampung, akhirnya tumbang.

Mencuri di Kampung Sendiri, Bos Pencuri Sapi Tumbang Kena Tembak
http://www.zephyrpaintball.com
Pistol replika 

BANGKAPOS.COM, GUNUNGSUGIH - Zulkifli (36), bos kawanan pencuri sapi lintas kabupaten di Lampung, akhirnya tumbang.

Penjahat yang sudah melakukan pencurian puluhan ekor sapi ini, berjalan harus dipapah karena kedua kakinya ditembak polisi.

Terakhir, aksi lelaki asal Kecamatan Anak Ratu Aji itu diketahui oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Tengah, ketika hendak melancarkan aksinya di kampung halamannya sendiri. Dia terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melawan petugas.

Kasatreskrim AKP Harto Agung Cahyono mengatakan, penangkapan Zulkifli berdasarkan hasil pantauan jajarannya beberapa bulan terakhir. Selain itu, laporan masyarakat menyebutkan jika ia sedang berada di kampung halamannya.

"Zulkifli dan kawanannya tercatat sudah delapan kali melakukan pencurian sapi, empat di Lamteng empat di Lampung Utara. Saat hendak beraksi Kamis dini hari lalu, ia berhasil kita ringkus. Karena mencoba melawan petugas terpaksa kita lumpuhkan dengan timah panas di kaki kanan dan kirinya," kata Kasatreskrim saat ekspose perkara, Jumat (19/2).

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti satu ekor sapi dan sebilah senjata tajam jenis laduk. Saat ini tersangka masih berada di Mapolres Lampung Tengah guna pengembangan perkara lebih lanjut.

Berdasarkan kerja sama dengan Polres Lampura, tersangka dan kawanannya juga diketahui merupakan pelaku pembegalan dan pencurian dengan menggunakan senjata api. Untuk itu, Satreskrim Lamteng terus melakukan pengejaran terhadap ketiga rekan pelaku.

"Saat ini kita sudah mengetahu identitas rekan Zulkifli dengan inisial AR, AD, dan AL. Mereka semua masih kita kejar. Kita juga mencari siapa penadah sapi-sapi curian tersebut," ujar Harto Agung.

Berdasarkan data kepolisian tersangka pernah ditangkap atas kasus yang sama pada 2008 lalu, dan baru keluar awal 2015 ini. Tersangka Zulkifli akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.

Uang Jual Sapi Dipakai Judi

Pengakuan Zulkifli kepada petugas, ia dan kawanannya hanya menggunakan senjata tajam dalam menjalankan aksinya.

Ia juga mengatakan, modus yang digunakan dalam mencuri sapi adalah dengan mendongkel kandang menggunakan linggis dan peralatan lainnya.

"Hasil terakhir (curian sapi) kita jual Rp 10 juta, dan kita bagi empat hasilnya masing-masing Rp 2,5 juta. Sementara sapi terakhir ini belum sempat kita jual karena keburu ditangkap polisi," terang Zulkifli sambil menahan sakit luka tembak di kedua kakinya.

Zulkifli mengaku, sebelum beraksi dia juga yang menentukan target pencurian. Hasil curian ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, karena dirinya tak memiliki pekerjaan tetap. Selain itu sisanya dihabiskan di arena judi. (tribun lampung)

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help