Simpatisan ISIS Sebar Propaganda di Sejumlah Masjid Jakarta

Pendukung kelompok teroris ISIS aktif menyebarkan propaganda mereka di sejumlah masjid di Jakarta, termasuk mengajak orang untuk pergi ke Suriah.

Simpatisan ISIS Sebar Propaganda di Sejumlah Masjid Jakarta
ABC Radio Australia
Ceramah berisi propaganda ISIS di Masjid As-Syuhada, Jakarta, yang disaksikan wartawan ABC. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pendukung kelompok teroris ISIS aktif menyebarkan propaganda mereka di sejumlah masjid di Jakarta, termasuk mengajak orang untuk pergi ke Suriah demi meraih "kehidupan yang lebih baik".

ABC mendatangi sebuah kegiatan yang tampaknya merupakan ceramah di Masjid As-Syuhada di salah satu daerah di Jakarta, dan melihat bagaimana propaganda mengenai kehidupan di wilayah yang mereka sebut Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Ini merupakan untuk pertama kalinya media asing hadir dalam pengajian yang tampaknya merupakan bagian dari kegiatan perekrutan kelompok ini di ibukota Indonesia.

Setelah menyusuri berbagai jalan, tim ABC akhirnya menemukan Masjid As-Syuhada yang terletak dalam gang yang tidak bisa dimasuki mobil.

Kameramen ABC yang warga Indonesia dan seorang Muslim diperbolehkan hadir dalam kegiatan ini. Meskipun beberapa kali diingatkan untuk tidak membuat rekaman, namun apa yang ditangkap kamera ABC sangat jelas.

"Mereka memproklamirkan wilayah itu sebagai Negara Islam sebab hukum tuhan ditegakkan penuh dan tidak ada intimidasi dari negara luar," ujar penceramah bernama Syamsudin Uba.

"Dan dengan pengorbanana nyawa dan harta mereka memproklamirkan Negara Islam," tambahnya.

Menurut catatan, Syamsuddin pernah ditahan terkait penyebaran propaganda ISIS, namun dibebaskan dengan alasan tidak ada aturan hukum yang bisa dipergunakan untuk menjeratnya.

"Meskipun orang kafir tidak mengakui Negara Islam ini, meskipun PBB tidak mengakuinya, namun umat Islam tidak memerlukan pengakuan mereka," kata Syamsuddin dalam ceramahnya.

"Umat Islam hanya butuh pengakuan dari tuhan dalam negara yang menegakkan hukum-hukum tuhan. Biarpun orang kafir tidak menyukainya," tambahnya lagi.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help