BangkaPos/

Gatot Subiyaktoro Berat Meninggalkan Babel

Keanekaragaman budaya dan agama di Bangka Belitung malah mempererat tali persaudaraan masyarakat.

Gatot Subiyaktoro Berat Meninggalkan Babel
bangkapos.com/dok
Brigjen (pol) Gatot Subiyaktoro Kapolda Kepulauan Bangka Belitung 

Mata Kapolda Babel, Brigjen (Pol) Gatot Subiyaktoro berkaca-kaca ketika ditanya kesannya menjadi orang nomor satu di jajaran Polda Bangka Belitung. Dia terdiam beberapa saat sembari menelan ludah sebelum menjawab pertanyaan itu.

BANGKAPOS.COM -- "Selama bertugas sebagai anggota Polri, tugas di Bangka Belitung yang paling berkesan mendalam. Berat meninggalkan Babel," kata Alumnus Akademi Kepolisian 1983 itu ketika ditemui usai pelantikan siswa SPN Lubuk Bunter Kabupaten Bangka sebagai bintara Polri, Senin (29/2).

Keanekaragaman budaya dan agama di Bangka Belitung malah mempererat tali persaudaraan masyarakat. Hal ini jarang terjadi di daerah lain karena adanya perbedaan tersebut.

Dukungan masyarakat terhadap dirinya selama menjabat sebagai kapolda juga sangat besar. Masyarakat di Bangka Belitung juga tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu yang hendak memecah belah masyarakat.

"Selama saya jadi kapolda tidak ada demo anarkis atau kerusuhan apalagi terkair SARA. Inilah yang membuat saya betah. Masayarakat di Bangka Belitung sangat menunjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan silahturahmi," kata pria kelahiran Blitar 17 Oktober 1959 ini.

Jenderal binan satu itu, menjadi satu dari sekian perwira tinggi yang namanya tercantum dalam telegram rahasia (TR) mutasi dari Kapolri.

"Benar, saya juga sudah dapat kabar tapi belum baca (TR) langsung," katanya.

Kapolda hanya tersenyum saat diberikan selamat karena dengan dimutasikan sebagai Widyaiswara Utama Sespim Lemdikpol Polri maka pangkatnya akan naik menjadi bintang dua.

"Bisa aja kalian ini ya... Aminlah kalau dapat bintang dua," ujarnya.

Dalam TR Kapolri bernomor ST/476/II/206 tanggal 28 Februari ditandatangani oleh Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Sabar Raharjo itu, Brigjen Gatot akan dimutasikan menjadi Widyaiswara Utama Sespim Lemdikpol Polri. Jabatan yang ditinggalkannya akan diisi oleh Brigjen (Pol) Yovianes Mahar yang sebelumnya menjabat sebagai Irwil II Itwasum SDM Polri.

Gatot berharap, penggantinya kelak dapat membaur dengan masyarakat. Awak media juga tetap dijadikan mitra dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi kepada media baik keberhasilan jajaran Polda Babel maupun hal-hal terkait kesalahan anggota Polri.

Kasus Cicak vs Buaya

Brigjen Pol Drs Yovianes Mahar yang akan menjabat sebagai Kapolda Babel mulai dikenal saat kirsruh KPK vs Polri yang lebih dikenal Cicak vs Buaya. Saat itu bareskrim Polri melakukan penahanan atas Ketua KPK saat itu Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah yang diduga melakukan penyalahgunaan wewenang.

Yovianes saat ia menjabat Kasubdit V Dit I/Kamtrannas Bareskrim Polri dengan pangkat Kombes. Dari kasus tersebut perlahan citra Polri pun terangkat.

Dampaknya ia kemudian dipromiskan sebagai Dirkektur III/Tipidkor Bareskrim Polri dngan pangkat brigjen.

Yovianes Mahar lahir di Palopo Sulawesi Selatan Juli 1960 dan merupakan alumnus Akpol 1984 ini pernah menjabat sebagai Wakapolda Jawa Barat. (die)

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help