Pemabuk Aniaya Anak Perempuan dan Sering Resahkan Pedagang Pasar

Satuan Buser Polsek Taman Sari Pangkalpinang mengamankan seorang pria yang meresahkan warga dan pedagang di pasar pagi

Pemabuk Aniaya Anak Perempuan dan Sering Resahkan Pedagang Pasar
bangkapos.com/dok
Pelaku penganiayaan, Kehek (38) saat diamankan di Polsek Taman Sari Pangkalpinang, Selasa (1/3/2016). 

BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG - Satuan Buser Polsek Taman Sari Pangkalpinang mengamankan seorang pria yang meresahkan warga dan pedagang di pasar pagi selama ini.

Pria bernama Abdullah alias Kehek (38) itu dituduh menganiaya seorang anak perempuan berinsial LS (12) di kediaman mertuanya di Jalan A. Yani, Gang Nur, Kelurahan Kejaksaan, Taman Sari, Jumat (26/2) sore lalu.

"Kami amankan pelaku di Desa Kace pada Senin (29/2) ini hari. Setelah melakukan pemukulan, Kehek ini melarikan diri ke rumah istrinya," kata Kapolsek Taman Sari, Kompol Nursamsi mewakili Kapolres Pangkalpinang, AKBP Heru Budi Prasetyo, Selasa (1/3).

Bukan hanya anak perempuan yang terkena pukulannya hingga lebam. Tamu mertuanya bernama Abu Hanifah ikut menjadi sasarannya saat hendak melerai pelaku yang memukul anak kecil.

"Jadi laporannya ada dua, memang selama ini pelaku sering membuat resah pedagang dan warga sekitar atas perbuatannya itu," katanya.

Ia menambahkan, saat kejadian, pelaku juga melakukan pengrusakan sejumlah barang di kediaman mertuanya seperti motor, televisi dan memecahkan kaca rumah menggunakan batu, kayu dan palu kecil.
Bukan hanya itu, Kehek ternyata merupakan seorang residivis dan ada laporan polisi terkait aksi penganiayaan lainnya di tahun 2015 lalu.

"Jadi atas kasus ini ada dua perkara yaitu penganiayaan terhadapa orang lain, serta kekerasan di bawah umur. Sebelumnya juga ada laporannya terkait penganiayaan di tahun 2015 lalu," jelas Nursamsi.

Menurutnya, Kehek merupakan residivis kasus penjambretan di wilayah Desa Batu Belubang pada tahun 2005 dan dipenjara selama tiga tahun.

"Memang banyak laporan dari warga dan pedagang atas aksinya di wilayah Pasar Pagi Pangkalpinang ini," ungkapnya.

Sementara Kehek mengaku saat itu dia dalam keadaan mabuk. Dia menyebut tersulut emosinya, karena anak perempuan itu membentaknya ketika ia bertanya.

"Awalnya saya mau pulang habis minum-minuman Pasar Pagi Pangkalpinang, saat itu diantarkan teman ke rumah mertua saya di Jalan A. Yani Gang Nur Kelurahan Kejaksaan Taman Sari. Saat itu saya lihat banyak yang memancing jadi saya tanya, tiba-tiba anak kecil itu langsung membentak kemudian lari masuk rumah mertua saya lalu saya kejar," ujar Kehek menceritakan aksi kejahatannya itu di Polsek Taman Sari, Selasa (1/3).

Ia menyebut hanya mendorong kepala anak perempuan itu, dan tidak memukulnya.

"Saya hanya dorong kepalanya pak. Saat itu di rumah mertua saya ada tamu, karena saya ribut sama anak itu, mertua saya dan bapak itu langsung mengambil kayu cakar mau memukul saya, jadi saya rebut kemudian saya pukulkan kepada dia," katanya.

Ia mengaku tidak menyadari bahwa anak kecil yang dipukulnya itu adalah anak perempuan.

"Saya sehari-hari sebagai tukang parkir pak, saya usai memukul langsung lari ke Desa Kace, rumah istri saya. Kalau mecahin kaca dan merusak karena kesal dengan mertua saya pak," tuturnya. (bow)

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved