UKM di Babel Masih Tertatih Soal Modal

UKM Babel menanggapi biasa-biasa saja terkait persiapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan dihadapi Indonesia.

UKM di Babel Masih Tertatih Soal Modal
Bangka Pos / Zulkodri
Wakil Gubernur Babel, Hidayat Arsani ketika meninjau produk UMKM yang dipajang di Galeri UMKM Umah kite di Ampui Kelurahan Rejosari Kecamatan Pangkalbalam, Kamis (03/03/2016).

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA--UKM Babel menanggapi biasa-biasa saja terkait persiapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan dihadapi Indonesia.

Menurut mereka tak ada yang perlu dikhawatirkan selama produk yang diciptakan bisa memiliki nilai jual dan ciri khas.

"Siap gak siap pasti dihadapi, MEA biasa aja yang penting karya kita tetap terjaga mutunya dan ciri khas daerah jangan ditinggalkan," ujar Yundarti, Ketua KUB Batik Tulis Melayu pinang Sirih kepada bangkapos.com, Kamis (4/3).

Kelompok usaha bersama ini menghasilkan karya bernilai seni tinggi, sebuah batik yang ditulis tangan. Ciri khas produk ini adalah motif khas melayu dan penggunaan warna-warna cerah dalam tiap bahannya.

"Selain punya tenun cual kita juga punya batik tulis dengan motif khas flora fauna, bahkan kami memiliki warisan tiga motif batik berusia 60 tahun yaitu hujan turun, keladi dan teripang, motif ini segera akan kami patenkan," ujar Yundarti.

Dikatakannya, upaya memantenkan motif ini juga dalam rangka menghadapi MEA, sebab warisan batik ini pernah ditawar oleh orang malaysia.

"Jadi ada orang malaysia yang datang untuk membeli kain batik ini senilai Rp25 juta, tapi saya bilang gak dijual karena motif ini milik kita,bkalau dijual kita tidak menghargai hasil karya sendiri," ujar Nyimas, sang pemilik kain batik melayu

Dukungan pemerintah terhadap ukm juga dinilai masih kurang terutama permodalan.

"Kalau pelatihan ada, cuma kita juga butuh modal terutama batik melayu ini bahan bakunya tidak ada disini sehingga harus kirim dari luar, selama ini kami disuport oleh donatur dan kantong sendiri," ujar Yundarti.

Perajin yang beranggotakan puluhan ini merasa yakin jika karya yang dihasilkan mampu bersaing dengan daerah lainnya, bahkan bisa tembus mancanegara.

"Kami.optimis makanya meski tertatih kami terus jalan," ujar Yundarti diamini perajin lainnya.

Penulis: khamelia
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved