Keluarga Presiden Soeharto Pun Ketakutan Lihat Gerhana Matahari Total 1983

Ketakutan yang melanda rakyat Indonesia pada gerhana matahari total 11 Juni 1983 juga dirasakan keluarga penguasa Orde Baru.

Keluarga Presiden Soeharto Pun Ketakutan Lihat Gerhana Matahari Total 1983
kompas.com
Siti Hardianti Rukmana atau Mbak Tutut. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Ketakutan yang melanda rakyat Indonesia pada gerhana matahari total 11 Juni 1983 juga dirasakan keluarga penguasa Orde Baru saat itu, Soeharto.

Anjuran pemerintah agar masyarakat tidak keluar rumah saat gerhana matahari total terjadi di hari itu ternyata juga dilakukan oleh keluarga Cendana.

Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto mengingat di hari gerhana matahari total terjadi itu, seluruh keluarganya berkumpul di rumah, tak terkecuali Presiden kedua RI Soeharto dan Ibu Tien.

"Kita di rumah saja. Karena katanya kan bahaya kalau melihat itu," kata Titiek kepada Kompas.com, Senin (7/3/2016).

Menurut Titiek, larangan untuk melihat gerhana matahari total secara langsung pada saat itu bukan lah propaganda yang dibuat-buat pemerintah.

Sejumlah ahli, kata dia, memang sejak jauh-jauh hari menginformasikan kepada Soeharto adanya bahaya gerhana matahari total yang bisa menimbulkan kebutaan.

Politisi Partai Golkar ini menduga, teknologi yang saat itu belum canggih membuat para peneliti itu salah kaprah soal fenomena gerhana matahari total.

Soeharto sebagai kepala pemerintahan pun langsung menginstruksikan jajarannya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai bahaya gerhana matahari total itu.

"Karena ahlinya bilang begitu, Presiden kan hanya menerima masukan. Tapi sekarang katanya sudah boleh (melihat gerhana matahari), ternyata enggak apa-apa," ujar Titiek.

Alhasil, 33 tahun silam, keluarga cendana beserta banyak keluarga Indonesia lainnya melewatkan sebuah fenomena alam yang menakjubkan.

Di hari itu, puluhan peneliti asing berbondong-bondong datang ke Indonesia hanya untuk menyaksikan gerhana matahari total yang disebutkan terindah dari yang pernah ada di dunia.

Lantaran adanya kekeliruan informasi di tahun 1983 itu, Titiek pun tak mau mengulangi kesalahan yang sama di tahun ini.

Pada 9 Maret 2016, saat gerhana matahari total kembali menyapa Indonesia, Titiek tak mau melewatkan fenomena alam itu.

Jika tak memiliki kesibukan lain, dia berencana menyaksikan gerhana matahari total dari Palembang.

"Ini kan digembar-gemborinnya sudah lama, semoga bisa menarik turis kesini juga lah," tambah dia.

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved