Bank Indonesia Imbau Masyarakat Berhati-hati Dengan Bitcoin

Bank Indonesia menyatakan bahwa Bitcoin dan virtual currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia

Bank Indonesia Imbau Masyarakat Berhati-hati Dengan Bitcoin
IST
Bitcoin

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Melihat maraknya produk investasi bitcoin dan virtual currency di Bangka Belitung membuat Bank Indonesia (BI) angkat bicara untuk mengingatkan masyarakat agar berhati-hati.

Karena segala risiko terkait kepemilikan maupun penggunaan bitcoin ditanggung sendiri oleh pemilik atau penggunanya tersebut.

"Himbauan ini merupakan tindak lanjut Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung sehubungan dengan maraknya informasi mengenai produk investasi bitcoin dan virtual currency lainnya di wilayah Bangka Belitung beberapa waktu terakhir ini. BI memberikan stance atas persoalan ini dan kami harapkan teman-teman termasuk media untuk membantu memberikan informasi yang lebih terang kepada masyarakat,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Babel, Bayu Martanto kepada bangkapos.com, Rabu (16/3).

Bayu menegaskan, undang-undang No.7 Tahun 2011 tentang mata uang serta UU No.23 tahun 1999 yang kemudian diubah beberapa kali, terakhir dengan UU No.6 tahun 2009, maka Bank Indonesia menyatakan bahwa Bitcoin dan virtual currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia.

"Karena itu lah masyarakat dihimbau untuk tetap berhati hati terhadap hal ini," katanya mengingatkan.

Virtual currency ini mengiming-iming bagi setiap nasabahnya untuk menciptakan atau menghasilkan uang sendiri melalui perangkat software tertentu yang telah dibuat khusus oleh pecipta sekaligus penggas bitcoin itu sendiri.

Sehingga dalihnya bitcoin ini memiliki nilai dan dapat di gunakan untuk transaksi pembayaran atau pembelian apa saja layaknya seperti uang resmi pada umumnya.

Disisi lain dengan kondisi semacam ini maka kalaupun bitcoin pada awalnya bisa di dapat hanya dengan biaya murah tetapi justeru dikhawatirkan selanjutnya akan semakin tinggi dan menjadi fluktuatif.

“Undang-undang No.7 tahun 2011 tentang mata uang rupiah menyebutkan bahwa satu-satunya alat transaksi atau pembayaran yang sah di Indonesia hanyalah rupiah. Dan bitcoin bukan lah alat pembayaran yang sah di Indonesia. Makanya masyarakat kita himbau untuk tetap berhati-hati, apalagi yang namanya bitcoin kita tidak tau siapa awal membuatnya karena bitcoin berlaku diantara lintas negara,“ ungkapnya.

BI menilai bahwa kontroversi mengenai bitcoin di Indonesia sebetulnya telah ada sejak tahun 2013 sehingga telah cukup dikenal di kota-kota besar di Indonesia.

Makanya Bangka Belitung pun sebagai daerah baru dan orang-orangnya juga banyak memahami apa sebenarnya bitcoin, sehingga dengan dari kondisi semacam inilah, membuat Babel tak luput dianggap punya potensi untuk menjadi sasaran dan kesempatan untuk mengenalkan bitcoin.

Apalagi bagi pendiri atau penggagas bitcoin tentunya mereka juga akan takut terancam jika peminat bitcoin makin sedikit karena otomatis akan makin mengurangi dari nilai-nilai bitcoin tersebut.

"Makanya mereka mencari daerah yang dianggap potensial, termasuk di Bangka ini," kata Bayu.

Penulis: khamelia
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help