Tito dan Buwas Paling Berpeluang Jabat Kapolri

tiga calon pemegang tongkat Tri Brata selanjutnya setelah Kapolri Jendral Pol Badrodin Haiti akan memasuki masa pensiun pada bulan Juli nanti.

Tito dan Buwas Paling Berpeluang Jabat Kapolri
Tribunsumsel.com
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian saat rilis kasus pembunuhan bocah di dalam kardus, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (10/10/2015). Kepolisian akhirnya meningkatkan status residivis berinisial AD dari saksi menjadi tersangka terkait kasus pembunuhan bocah PNF di Kalideres, Jakarta Barat yang di buang di dalam kardus. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

BANGKAPOS.COM, JAKARTA-- Setidaknya tiga calon pemegang tongkat Tri Brata selanjutnya setelah Kapolri Jendral Pol Badrodin Haiti akan memasuki masa pensiun pada bulan Juli nanti.

Ketiga jenderal bintang tiga Polisi yang menurut Pengamat Hukum dari Universitas Bung Hatta, Refki Saputra akan berpeluang dilirik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mereka adalah Wakil Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan, Kepala BNN Budi Waseso dan Kepala BNPT, Tito karnavian.

"Dari 3 nama mungkin 2 nama terakhir yang paling mencuat karena paling disorot media atas beberapa prestasinya," ujar Refki kepada Tribun, Kamis (17/3/2016).

Yakni, Budi waseso yang belakangan banyak mengungkap kasus narkoba dan Tito dalam pemberantasan terorisme di tanah air.

Apalagi kata dia, Jokowi memang sedang gencar memerangi dua jenis tindak pidana ini.

"Calon kapolri seharusnya bukan hanya dilihat dari kedekatan dengan presiden, tapi bagaimana soal leadership dan integritas," jelasnya.

Calon kapolri pengganti Badrodin seyogyanya juga menjadikan pemberantasan korupsi sebagai prioritas dengan memaksimalkan kerjasama dengan KPK dan kejaksaan.

Disamping itu, lanjutnya, kapolri kedepan harus berani menindak oknum polri yang melakukan penyimpangan seperti korupsi dan penyiksaan tahanan yang kerap terjadi di daerah. Seperti di Sumatera barat, dia contohkan.

Untuk itu dia berharap Presiden Jokowi benar-benar memilih calon kapolri yang berintegritas dan punya wibawa dalam memimpin organisasi.

Tentunya, dia ingatkan, proses awalnya tetap melibatkan KPK, PPATK dan Dirjen Pajak terkait track record sosok yang akan diajukan ke DPR

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved