Guru Honorer Dua Kali Gagahi Muridnya

Seorang guru honorer di SMKN di Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan ditangkap polisi.

Guru Honorer Dua Kali Gagahi Muridnya

BANGKAPOS.COM -- Seorang guru honorer di SMKN di Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan ditangkap polisi. Sebelumnya dia dilaporkan dengan tuduhan telah menyetubuhi seorang murid perempuannya.

HERIANTO (24), nama sang guru, diringkus tanpa perlawanan saat berada di kediamannya di Desa Sindang Sari RT 1 Kecamatan Lempuing.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku yang sekarang mendekam di balik jeruji besi Mapolres OKI ini terancam di penjara selama 5 tahun.

Kanit PPA Polres OKI, Iptu Jhony Martin membenarkan pihaknya telah meringkus tersangka Herianto, oknum guru yang dilaporkan telah menyetubuhi siswinya sendiri.

"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Seandainya nanti terbukti, maka akan kita jerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak yang ancamannya kurungan penjara 5 tahun," katanya.

Sementara Herianto mengaku perbuatan layaknya suami istri tersebut mereka lakukan atas dasar suka sama suka.

"Kami ini memang pacaran, jadi tidak ada ancaman apapun saat hendak melakukannya. Saya juga bukan tidak mau bertanggungjawab, tapi masih berpikir untuk mencari uang untuk nikah," ujar tersangka berkilah.

Berbuat 2 kali
Peristiwa yang membuat ia berurusan dengan polisi terjadi pada 2 Januari 2016 siang lalu, di Losmen Handayani Kecamatan Lempuing Jaya OKI.

Bermula ketika Herianto menjemput korban di kediamannya di Desa Sindang Sari RT 01 Kecamatan Lempuing.

Selanjutnya, dengan sepeda motor pelaku mengajak korban jalan-jalan. Sekitar 30 menit kemudian, korban diajak pelaku menuju Losmen Handayani.

Di lokasi itu lah pelaku mengeluarkan bujuk rayu, sehingga akhirnya bisa mengajak korban berhubungan badan layaknya suami istri dan perbuatan itu dilakukan sebanyak 2 kali.

"Kami tidak senang pelaku yang tega berbuat amoral, seharusnya sebagai guru harus memberikan ilmu yang mendidik. Bukannya merusak masa depan anak didik. Kami meminta agar pelaku dihukum yang seberat-beratnya, karena masa depan anak kami sudah dirusak," ungkap ibu korban saat melapor ke Polres OKI. (tribun sumsel)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved