Dipecat dari Bupati Ogan Ilir, Begini Reaksi Nofiadi

Nofiadi Mawardi hanya terdiam ketika dikabari bahwa Mendagri telah memberhentikan sementara dirinya dari jabatan Bupati Ogan Ilir.

Dipecat dari Bupati Ogan Ilir, Begini Reaksi Nofiadi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas menggiring Bupati Ogan Ilir (OI) Ahmad Wazir Nofiandi saat tiba di Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Senin (14/3/2016). Bupati Ogan Ilir (OI) AW Noviandi bersama Murdani (swasta), Juniansyah (buruh perusahaan), Faizal Rochie (PNS RS Ernaldi Bahar) dan Deny Afriansyah (PNS Dinkes OKU Timur) jalani pemeriksaan terkait kasus penyalahgunaan narkoba. 

BANGKAPOS.COM, PALEMBANG - AW Nofiadi Mawardi hanya terdiam ketika dikabari bahwa Mendagri telah memberhentikan sementara dirinya dari jabatan Bupati Ogan Ilir, Sumsel.

"Dia sudah tahu (soal penyerahan SK Plt Bupati OI). Sudah kita informasikan. Dia hanya diam, menyerahkan semuanya kepada kita," ungkap Kuasa hukum Bupati Ogan Ilir non aktif AW Nofiadi Mawardi, Febuar Rahman SH, Selasa (22/3/2016).

Sekarang ini, kata Febuar, Ofi mengikuti rehabilitasi di Panti Rehabilitasi Narkoba Lido, Bogor dalam keadaan baik-baik saja.

"Sekarang di Lido, direhab. Kondisinya baik-baik saja. Oleh karena saya tahu persis tidak ada yang katanya kemarin waktu BNN Konfrensi Pers mengatakan bahwa dalam kondisi pengaruh narkoba, itu nggak ada. Nggak ada sama sekali. Kemudian saya tekankan lagi, tidak ada namanya penggerebekan pesta narkoba. Saya tahu persis. Kalau ada narkobanya, ada bekas-bekas menggunakan narkoba. Itu tidak ada sama sekali," ujar Febuar yang juga Ketua DPW Partai Perindo Sumsel.

Pasca Mendagri RI memberhentikan sementara dari jabatan Bupati Ogan Ilir, bukan mustahil AW Nofiadi Mawardi akan kembali menjabat seperti semula.

"Yang pasti masih praduga tidak bersalah. Kenapa? Seperti contoh saya melakukan pembunuhan, belum tentu saya bersalah. Bukan tidak mungkin dilakukan karena terdesak. Bukan tidak mungkin saya melakukan overmacht (keadaan memaksa). Sehingga apapun yang namanya tersangkut masalah hukum itu harus kita pegang prinsip-prinsip praduga tidak bersalah. Itu harua kita pegang," ujar Febuar.

Menyinggung apa saja langkah hukum yang akan dilakukan Tim Kuasa Hukum terhadap penahanan dan opini buruk terhadap kliennya, Febuar menyatakan masih akan mendiskusikan antara tim dan kliennya.

"Kita menunggu assesment ini kan masalah kaitan dengan kesehatan dia. Nah kaitan hukum dia kita lihat nanti. Itu masih dalam diskusi tim penasehat hukum dan akan dilanjutkan dengan diskusi pada yang bersangkutan," ujar Febuar.

Terkait dengan HM Ilyas Panji Alam SH SE MM yang kini resmi menjabat Plt Bupati OI, Tim kuasa hukum Ofi menilai Ilyas hanya menjalankan tugas.

"Kalau saya belum ada diskusi. Belum ada ketemu. Yang pasti Pak Ilyas hanya menerima, tidak bisa menolak. Menerima SK itu dan bentuk tanggungjawab menjalankan pemerintahan," jelas Febuar.

Editor: fitriadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved