Warga Pangkal Arang Gunakan Air Keruh Berkarat untuk Kebutuhan Sehari-hari

Nuryapitri (54), warga Pangkal Arang, Pangkalpinang, mengeluh terhadap kondisi air yang ada dilingkungan tempat tinggalnya.

Warga Pangkal Arang Gunakan Air Keruh Berkarat untuk Kebutuhan Sehari-hari
Bangka Pos/Yudistira Gatra Praja
Pasangan suami istri, Nuryapitri (54) kanan, dengan Husain (62), warga desa Pangkal Arang, Pangkalpinang, Rabu (23/3/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Yudistira Gatra Praja

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Nuryapitri (54), warga Pangkal Arang, Pangkalpinang, mengeluh terhadap kondisi air yang ada dilingkungan tempat tinggalnya.

Menurut ibu sembilan anak ini, kondisi air ditempatnya tersebut sangat sulit, karena air dibawah tanah terpengaruh adanya resapan perairan pinggiran sungai Ketapang.

"Susah cari air bersih disini pak, tidak hanya saya warga disekitar juga merasakan. Soalnya air bersih sangat dibutuhkan disini. Karena kondisi air disini airnya merah seperti air teh dan berkarat," ungkap Nuryapitri didampingi suaminya Husain (62), kepada bangkapos.com.

Husain menyampaikan, kebutuhan air bersih kosumsi minum ia bersama istrinya terpaksa menggunakan air mineral isi ulang.

Sementara untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK) terpaksa mereka berdua memanfaatkan air berkarat dilingkungan tersebut. (N5)

Penulis: Yudistira Gatra
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help