Kapolri Akui Ada Kelalaian Saat Anggotanya Mengawal Terduga Teroris Siyono

Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti menduga ada indikasi pelanggaran kode etik oleh anggota polisi yang mengawal terduga teroris, Siyono.

Kapolri Akui Ada Kelalaian Saat Anggotanya Mengawal Terduga Teroris Siyono
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti menduga ada indikasi pelanggaran kode etik oleh anggota polisi yang mengawal terduga teroris, Siyono.

Pasalnya, borgol Siyono dilepas yang menyebabkan terjadinya pergulatan dengan polisi yang mengawal tersebut.

Siyono meninggal setelah berkelahi dengan anggota polisi yang mengawalnya.

"Dari keterangan sementara, kalau memang dia di bawah pengawalan tapi tidak diborgol. SOP-nya kan diborgol, kemudian tidak diborgol, itu melanggar kode etik," ujar Badrodin, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/3/2016).

Namun, kata dia, fakta itu baru informasi awal yang diterima Polri.

Saat ini, Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian masih memproses keterangan yang ada.

"Nanti dari Propam akan mengkroscek kepada sumber informasi," kata Badrodin.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan mengakui adanya kelalaian polisi dalam mengawal Siyono, terduga teroris yang ditangkap di Yogyakarta.

Saat dibawa menuju bungker penyimpanan senjata, Siyono hanya dikawal dua orang yang terdiri dari satu sopir dan satu anggota Densus 88.

Padahal, Siyono diduga sebagai salah satu panglima investigasi dalam kelompok Neo Jamaah Islamiah yang seharusnya dikawal ketat.

Awalnya, di dalam mobil, Siyono meminta petugas itu membuka penutup mata dan borgolnya. Anggota polisi itu menuruti permintaannya karena menganggap Siyono kooperatif.

Tanpa disangka, Siyono langsung menyerang petugas itu.

Petugas pun melakukan perlawanan balik sehingga Siyono terpojok.

Secara tidak sengaja, kepala bagian belakang Siyono terbentur saat bergulat. Ia mendadak tidak sadarkan diri.

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved