120 Personel Polisi Ikut Psikotes Pegang Senpi

Sebanyak 120 personel Kepolisian Polres Belitung, melakukan tes psikotes, Selasa (29/3).

120 Personel Polisi Ikut Psikotes Pegang Senpi
Surya/Zainuddin
Ilustrasi: Dokumentasi/Ratusan wanita polisi mengikuti psikotes untuk mengantongi surat izin memegang senjata api. Psikotes berlangsung di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/8/2015). 

BANGKAPOS.COM, TANJUNGPANDAN -- Sebanyak 120 personel Kepolisian Polres Belitung, melakukan tes psikotes, Selasa (29/3).

Kegiatan itu sebagai bentuk pencerahan psikologi, untuk memelihara kesehatan mental polisi, sehingga bisa mewujudkan postur Polri yang profesional.

Kapolres Belitung, AKBP Candra Sukma Kumara mengatakan, pencerahan psikologis ini ditujukan kepada personel yang memegang senjata api (senpi). Sehingga kejiwaan dari personel tersebut, tetap terjaga dan stabil.

"Jadi ketika emosionalnya tidak stabil, tidak diloloskan psikotes itu. Otomatis ketika tidak lulus, tidak direkomendasikan menggunakan senpi. Kalau yang sudah memegang senpi awalnya, tapi sekarang tidak stabil emosionalnya, langsung ditarik," ungkap Candra kepada Pos Belitung, Selasa (29/3).

Psikotes tersebut, merupakan agenda rutin kepolisian setiap satu semester atau enam bulan. Namun untuk kali ini, Polres Belitung meminta pelaksanaan psikotes, dipercepat yaitu tiga bulan.

"Kami rutin melakukan ini, dan memang ini permintaan kami. Yang terlibat semua peserta ada 120 personel, dan pengujinya, empat orang dari Polda (Polda Babel) langsung," ujarnya.

Percepatan pelaksaan psikotes ini, lanjut Candra, menyusul belakangan ini banyak kejadian di tubuh Polri, terkait kejadian bunuh diri, dan polisi membunuh anak maupun istri personel tersebut.

"Nah kami ingin mencegah hal itu terjadi di sini. Maka dari itu, kami mengantisipasi kejadian-kejadian seperti itu, dan alhamdulillah di Belitung belum ada yang seperti itu," ujarnya.

Materi yang diberikan, untuk pelaksanaan psikotes tersebut mengenai perilaku yang menyimpang, psikolog masing-masing personel, dan kestabilan dalam memegang senpi.

"Untuk hasilnya besok (hari ini, red) akan keluar. Ini sengaja kami percepat, untuk mengantisipasi itu tadi, dan senpi harus di rekomendasikan kepada personel yang memiliki emosional baik, agar tidak disalahgunakan," pungkasnya. 

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved