Pasangan Kekasih Racik Paket Sabu di Hotel

Petugas Polsek Tanjungkarang Barat, Lampung, membekuk pasangan kekasih yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.

Pasangan Kekasih Racik Paket Sabu di Hotel
sabu-sabu 

BANGKAPOS.COM, BANDAR LAMPUNG - Petugas Polsek Tanjungkarang Barat, Lampung, membekuk pasangan kekasih yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Keduanya ditangkap di tempat berbeda saat petugas menggelar razia kendaraan bermotor.

Kedua tersangka adalah Eko (27), warga Jalan Hasim Azhari, Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat; dan Nila (29), warga Kampung Harapan Jaya, Kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang. "Mereka berdua adalah pasangan kekasih," ujar Kapolsek Tanjungkarang Barat Komisaris Heru Adrian, Selasa (29/3).

Heru menuturkan, keduanya ditangkap seusai memakai sabu bersama di sebuah hotel di bilangan Telukbetung. Barang bukti yang ditemukan polisi berupa satu paket besar sabu-sabu, dua paket sedang sabu, lima paket kecil sabu, seperangkat alat isap sabu dan plastik bening berisi sisa sabu.

Heru mengatakan, tertangkapnya sejoli ini bermula dari razia rutin di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Gedong Air. Ketika menggelar razia, polisi melihat seorang dengan gerak gerik mencurigakan. Orang tersebut adalah Eko.

"Karena curiga kami geledah dan ditemukan sabu-sabu berbagai paket di kantong celananya," ujar Heru.

Heru menerangkan, Eko ternyata hendak mengantarkan paket-paket sabu itu kepada pemesan. Hasil pemeriksaan, Eko mengaku habis mengonsumsi sabu di sebuah hotel di daerah Telukbetung.

Menurut Heru, Eko juga mengakui bahwa di hotel itu tempat dia meracik paket sabu bersama kekasihnya, Nila.

Berdasarkan keterangan Eko, polisi mengembangkan kasus tersebut dengan menggeledah salah satu kamar hotel. Penggeledahan dilakukan untuk mencari ada tidaknya barang bukti narkoba lainnya di dalam kamar.

Pada saat menggeledah kamar hotel tempat Eko menginap, datang Nila. Heru mengutarakan, petugas pun ikut menggeledah Nila. Heru mengatakan, petugas menemukan plastik bening berisi sisa sabu dari tangan Nila. "Kami juga temukan alat isap sabu dari Nila," kata Heru.

Polisi pun menggelandang Nila ke kantor Polsek Tanjungkarang Barat. Heru menerangkan, Eko mendapatkan barang haram itu dari seorang bandar berinisial Iw.

"Bandarnya masih kami cari," ucap dia.

Mengenai keterlibatan Nila dalam jaringan narkoba, Heru mengatakan, petugas masih mendalaminya.
Eko dan Nila mengaku baru sekali menggunakan sabu bersama. Eko mengatakan, ia membeli sabu dari bandar berinisial Iw. Sabu itu lalu ia bawa ke hotel. Di hotel, Eko kemudian memecah sabu menjadi paket-paket. Ada paket besar, paket sedang, dan paket kecil.

Eko mengatakan, memecahkan paket sabu itu bersama Nila. Sisa sabunya lalu mereka pakai bersama. Usai menggunakan sabu, Eko pergi dari hotel hendak mengantarkan sabu ke para pemesan. Belum sempat mengantarkan sabu ke pemesan, Eko tertangkap polisi yang sedang razia.

Eko mengatakan, satu paket sabu biasa dijual seharga Rp 1,3 juta. "Saya belinya Rp 1,1 juta. Dapat untung Rp 200 ribu," terang Eko. (tribun lampung)

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help