Tidur Seranjang, Keponakan 'Digarap' Paman

Seorang pemuda di Samarinda tega menggauli keponakannya yang masih berusia 16 tahun.

Tidur Seranjang, Keponakan 'Digarap' Paman
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA
Pelaku saat sedang dimintai keterangan oleh Kanit PPA Satreskrim Polresta Samarinda, AKP Sekar Wijayanti, di Mapolresta Samarinda, Rabu (30/3/2016). 

BANGKAPOS.COM, SAMARINDA - Entah apa yang dipikirkan oleh Hr (35), sehingga dirinya tega menggauli keponakannya yang masih berusia 16 tahun.

Bahkan dirinya telah melakukan tindakan yang tidak senonoh itu, sejak keponakannya masih duduk di kelas VII hingga kelas IX SMP di Samarinda.

Hal tersebut baru diketahui oleh orangtua korban, setelah melihat tingkah laku anaknya itu yang sangat dekat dengan saudaranya itu.

Setelah itu diketahui jika anaknya telah menjadi korban pencabulan oleh orang yang sangat dekat dengan dirinya.

Diketahui, pelaku bekerja sebagai penjaga keamanan di kawasan tempat tinggalnya di Kecamatan Samarinda Ulu.

Korban sehari-hari tidur seranjang dalam satu kamar bersama pelaku. Muncul kehendak pelaku untuk menyetubuhi keponakannya tersebut, setelah melihat kemolekan tubuh korban.

Tanpa ada paksaan, pelaku berhasil menggauli korban.

"Tidak ada paksaan saat si pelaku hendak melakukan tindak asusila itu. Namun karena sehari-hari korban diberi uang sangu untuk sekolah hingga kerap dibelikan pakaian, jadi korban dengan mudah disetubuhi oleh pelaku," ungkap Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda, AKP Sekar Wijayanti, Rabu (30/3/2016).

Pelaku pun ditahan oleh kepolisian sejak Selasa (29/3/2016) silam saat sedang berada di kawasan Karang Asam.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku selalu menyetubuhi korban di rumah orangtua korban sekitar pukul 04.00-05.00 Wita.

"Pelaku memang tinggal sama kakaknya (ibu korban, red). Selama tinggal di rumah kakaknya itu, pelaku ditaruh satu kamar dengan korban. Mungkin karena sering bersama, timbul niat jahat. Dan pelaku selalu menyetubuhi korban saat subuh," ucap AKP Sekar.

Saat dimintai keterangan oleh awak media, pelaku enggan banyak berkomentar maupun menjawab pertanyaan dari wartawan. Namun dia mengatakan sangat menyesal dan siap menanggung konsekuensinya.

"Takut saya bicara ke media, saya menyesal dan saya siap tanggung hukumannya," ucapnya singkat.

Pelaku pun dijerat pasal 81,82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan hukuman penjara mencapai 15 tahun kurungan.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help