BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Arisan Jamban Ibu--ibu Desa Kapuk Dipaparkan di Depan Tim Penguji

Sebanyak 3 inovasi pelayanan publik Pemkab Bangka berhasil masuk dalam jajaran TOP 99 kompetisi inovasi pelayanan publik Kementerian PAN RB.

Arisan Jamban Ibu--ibu Desa Kapuk Dipaparkan di Depan Tim Penguji
IST
Arisan Jamban di Desa Kapuk 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 3 inovasi pelayanan publik Pemkab Bangka berhasil masuk dalam jajaran TOP 99 kompetisi inovasi pelayanan publik Kementerian PAN RB.

Satu inovasi yakni arisan jamban Ibu di Desa Kapuk yang tidak berbasis IT (Informasi Teknologi) berhasil masuk dan diminta langsung paparannya oleh kepala daerah di depan tim penguji independen di Kemenpan RB. Sedangkan dua inovasi yakni SIM Data AMPL dan SPGDT sudah berbasis IT.

‘’Pada tahun 2015, kita berhasil menjadi juara kedua tingkat dunia dalam penilaian Pelayanan Publik Award 2015 yang diselengarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan program inovasi kemitraan bidan dan dukun beranak dari Kabupaten Aceh Singkil yang mana inovasinya sederhana bukan IT tetapi berimbas langsung kepada masyarakat,’’ungkap Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB, Mirawati Sujono pada pembukaan simposium dan gelar lnovasi pelayanan publik nasional tahun 2016 di JX Expo Surabaya, Kamis (31/3).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Dr. Then Suyanti didampingi fasilitator arisan jamban desa Kapuk, Susi, menanggapi bahwa inovasi arisan jamban ibu Desa Kapuk juga tidak berbasis IT dengan idenya diawali pada tahun 2011 Desa Kapuk merupakan daerah endemis Malaria dan Diare yang disebabkan perilaku BAB sembarangan dan cakupan jamban hanya 33,02 persen.

Kemudian dilakukan pendekatan strategis dengan pembentukan tim terintegrasi (Pokja AMPL, Puskesmas, Sanitarian, camat, Kades, ketua forum Kom kecamatan sehat), mengidentifikasi masalah dan pemetaan keadaan sanitasi untuk kemudian melakukan perubahan mind set tentang BABS inovasi pemecahan masalah arisan jamban ibu yang dimonitoring stakeholder.

‘’Ide ini asli dari masyarakat yang muncul secara spontan dan mandiri yang dimotori 90 persen para ibu dikarenakan merupakan kelompok yang paling dirugikan jika berprilaku BABS dengan resiko malu, jijik, resiko pelecehan seksual, buka aurat di tempat umum, resiko digigit binatang, dan ancaman penyakit lainnya,’’ungkap Dr. Then.

Kemudian dilakukan tahap pelaksanaan arisan jamban sebesar 150 ribu dengan rincian 50 ribu untuk kloset, 70 ribu untuk slab dari sentra produksi sanitasi Puding Besar, dan 30 ribu untuk setengah sak semen.

Para ibu rumah tangga dibantu beberaoa tenaga kaum lelaki tersebut kemudian melakukan tahap pelaksanaan dengan melakukan pengalian lubang untuk septic tank setiap hari sehingga saat memperoleh arisan lubang sudah siap yang mana setiap minggu mendapatkan 6 unit jamban hingga semua masyaraat Desa Kapuk tidak ada lagi yang tidak mempunyai jamban.

‘’Dampak inovasi tersebut adalah penurunan insiden penyakit Diare dan Malaria di Desa Kapuk, peningkatan cakupan jamban 100 persen di Desa Kapuk dan juga di desa lainnya di Kabupaten Bangka yang mencontoh arisan jamban itu dan mendapatkan penghargaan desa ODF,’ jelas Kadinkes Bangka.

Penulis: edwardi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help