Kakek 64 Tahun Bakar Lahan Miliknya Diamankan Tim Karlahut

Seorang pria lanjut usia diamankan polisi karena kedapatan membakar lahan.

Kakek 64 Tahun Bakar Lahan Miliknya Diamankan Tim Karlahut
Tribun Manado/Ferdinand Ranti
Kebakaran 

BANGKAPOS.COM, PASIRPENGARAIAN - Seorang pria lanjut usia diamankan polisi karena kedapatan membakar lahan.

Pria berusia 64 tahun berinisial RS, warga Sebanga Duri, Kabupaten Bengkalis nekat membakar lahan miliknya di Dusun I Jurong Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Tim Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) Kecamatan Bonai Darussalam, Rabu (30/3) mengamankan RS sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono melalui Paur Humas Ipda Efendi Lupino mengungkapkan, RS ditangkap berawal saat Tim Patroli Karlahut dari Polsek Bonai Darussalam dan tim dari PT DBD Kosmar melihat asap mengepul dekat areal perusahaan, Rabu sores.
Tim Karlahut Bonai Darussalam kemudian mencari sumber asap dengan melakukan penyisiran.

"Sekitar pukul 17.00 WIB, tim menemukan lokasi kebakaran lahan berada di Dusun I Jurong Desa Bonai Kecamatan Bonai Darussalam," jelas Ipda Efendi, Kamis (31/3) kemarin.

Luas lahan gambut dikuasai RS sekitar 14 hektare, namun baru sekitar 1 hektare yang terbakar. Diduga pemiliknya sengaja membakar lahan. Tim melihat ada penumbangan baru, diduga lahan ini akan dijadikan perkebunan kelapa sawit.

Melihat kebakaran sudah meluas, anggota Polsek Bonai Darussalam dan Masyarakat Peduli Api (MPA) setempat, serta karyawan PT BDB, melakukan pemadaman. Berkat kerja keras, akhirnya api yang membakar lahan bisa dipadamkan.

Ipda Efendi mengungkapkan, selain mengamankan pemilik lahan RS, polisi juga turut menyita satu korek api gas yang diakui pemilik untuk membakar lahan, dan satu parang babat yang dipakai untuk membabat rumput.

"Saat ini lokasi bekas kebakaran lahan sudah dipasangi garis polisi. Sedangkan pemilik lahan masih dimintai keterangannya," imbuhnya.

Ipda Efendi menghimbau kepada seluruh masyarakat tidak membakar lahan, karena dampaknya merugikan, merusak kesehatan dan perekonomian masyarakat.

"Kalau saja masyarakat mengerti akibat pembakaran, pasti tidak mau bakar lahan,"ujarnya. (tribun pekanbaru)

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved