BangkaPos/

Kakek Cabuli Anak Tetangga yang Masih SD

Kepolisian Polres Pangkalpinang terus melakukan pemeriksaan terhadap seorang pelaku pencabulan anak di bawah umur.

Kakek Cabuli Anak Tetangga yang Masih SD
bangkapos.com/dok
Pelaku pencabulan anak di bawah umur saat dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian Polres Pangkalpinang, Kamis (31/3/2016). 

BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG - Hingga kini, Kepolisian Polres Pangkalpinang terus melakukan pemeriksaan terhadap seorang pelaku pencabulan anak di bawah umur.

Sebelumnya, seorang kakek bernama, Mulyadi (58) telah diamankan pada Sabtu, (26/3) malam.

Diduga yang bersangkutan mencabuli anak tetangganya-- sebut saja Mawar (12) -- secara berulang kali semenjak duduk di bangku kelas Sekolah Dasar (SD).

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Teguh Setiawan mengatakan pihaknya terus mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi yang ada.

"Benar telah diamankan dalam kasus pencabulan anak dibawah umur, laporannya kita terima satu hari sebelum penangkapan pelaku, dan kejadianya pada Rabu, 23 Maret 2016 di wilayah Ketapang Pangkalpinang sekitar pukul 21.00 Wib," ungkap kasat saat ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (31/3) pagi.

Ia menjelaskan, laporan yang diterima dari orangtua korban, bahwa pelaku yang bekerja sebagai wiraswasta ini menyuruh korban untuk membuka pakaian dan celananya.

"Pelaku merupakan tetangga korban sendiri. Kemudian pelaku meraba korban dan menindihnya, lalu mengiming-imingi dengan sejumlah uang senilai Rp 50 ribu, akibat kejadian itu korban mengalami sakit dan trauma atas kejadian itu," jelas kasat.

Dirinya menambahkan, setelah menerima laporan kepolisiannya, satu hari setelahnya pelaku diserahkan oleh keluarga korban kepada pihak kepolisian.

"Lalu kita amankan bersama barang buktinya berupa pakaian korban dan barang bukti pendukung lainnya," kata kasat.

Saat dilakukan pemeriksaan, Teguh menuturkan, bahwa pelaku mengakui telah melakukan hal serupa kepada korban lebih dari 10 kali.

Halaman
123
Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help