Breaking News

Rusli Bantah Listrik Mati Saat UNBK Karena Ada Sabotase

Dewan Pendidikan Kabupaten Bangka Rusli membantah adanya sabotase terkait dengan adanya gangguan pada sistem aplikasi komputer

Rusli Bantah Listrik Mati Saat UNBK Karena Ada Sabotase
Bangka Pos / Nurhayati
Para siswa SMAN 1 Sungailiat peserta UNBK sesi pertama duduk di teras Lab Komputer menunggu perbaikan sistem komputer, Senin (4/4/2016) di SMAN 1 Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Dewan Pendidikan Kabupaten Bangka Rusli membantah adanya sabotase terkait dengan adanya gangguan pada sistem aplikasi komputer saat listrik PLN padam sekitar jam 06.00 WIB saat pelaksanan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (4/4/2016) pada sesi pertama di SMAN 1 Sungailiat.

"Kami sudah dikonfirmasi ke kepala sekolah dalam pelaksanaan ujian nasional ini tidak ada masalah, cuma yang ada masalah di SMAN 1 Sungailiat. Kalau kita nanya ke bagian kurikulumnya kita tidak menjustice pihak lain, kurang lebih sekitar jam 06.00 listrik PLN mati sementara kita dapat informasinya perangkat komputernya ini sudah dibuka, tiba-tiba begitu PLN-nya mati dalam keadaan tidak dimatikan perangkat komputer itu, jadi setelah PLN-nya hidup kembali perangkat yang ada tidak connect lagi," jelas Rusli saat dikonfirmasi bangkapos.com ketika melakukan pelaksanaan UN, Senin (4/4/2016) di SMAN 1 Sungailiat.

Ia mengatakan dari informasi yang diperolehnya IC komputer untuk pencarian mengakses lokasinya yang belum ketemu. Namun dia menilai adanya gangguan aplikasi komputer ini dianggap sebagai musibah.

"Kita tidak menuduh siapa-siapa. Kalau kita menjustice itu terlalu prematur," tegas Rusli.

Sebelumnya UNBK pada sesi pertama ini akan ditunda hingga Selasa (5/4/2016) besok tetapi dia bersyukur UNBK bisa berlangsung kembali.

Untuk itu dewan pendidikan serius menangani masalah UN karena hak pelajar sehingga apa pun yang terjadi di luar dugaan atau akibat kerusakan sistem aplikasi komputer maka hak siswa tidak boleh dirugikan.

"Kita harap pihak-pihak terkait dengan kejadian hari ini, bisa mengantisipasi sedini mungkin jangan sampai hak anak dalam melaksanakan ujian nasional ini menjadi kendala khususnya di Kabupaten Bangka karena ukuran mutu kita hari ini menentukan esoknya," harap Rusli.

Disinggung mengenai kejadian ini apakah dewan pendidikan akan menyurati kemendiknas, Rusli mengatakan akan melakukan koordinasi dahulu dengan dinas pendidikan baik kabupaten dan provinsi, apalagi urusan SMA/SMK sudah menjadi kewenagan provinsi. Namun pihaknya terus berupaya mengingatkan agar kejadian ini tidak terulang kembali.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved