Tanjidor dan Barongsai Hibur Warga Tionghoa Saat Ceng Beng

Kesenian tradisional menghiasi acara Festival Ceng Beng yang dilakukan di Perkuburan Sentosa Pangkalpinang.

Tanjidor dan Barongsai Hibur Warga Tionghoa Saat Ceng Beng
Bangka Pos / Agus Nuryadin
Akhmad Elvian Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pangkalpinang 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kesenian tradisional menghiasi acara Festival Ceng Beng yang dilakukan di Perkuburan Sentosa Pangkalpinang.

Dengan peralatan yang cukup antik, berupa tanjidor, dan terompet sejak pagi dinihari mengiringi lagu-lagu mandarin maupun dangdut Goyang Dumang.

Kehadiran musik tanjidor menambah susasana Puncak Festival Ceng Beng menjadi meriah.

Selain Tanjdor dalam kegiatan Ceng Beng juga ada tari barongsai.

Ditemui bangkapos.com, Senin (4/4/2016), Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pangkalpinang Akhmad Elvian menjelaskan festival ceng beng akan dikemas lagi sehingga menjadi lebih nenarik.

Karena menurut Akhmad Elvian, sekarang sudah memahami dan memilah mana kegiatan yang boleh dilakukan di pemakaman dengan bersamaan masyarakat yang melakukan ibadah.

"Apabila apa yang dilakukan tidak pas, maka bisa akan menjadi masalah," ujarnya.

Akhmad Elvian mencontohkan seperti musik tanjidor, lampu lampion, kembang api dan lilin akan dikemas dan dikembangkan menjadi daya tarik di destinasi wisata.(Rya)

Penulis: agusrya
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help