Mata-mata Cantik Ini Diyakini Sebabkan Ribuan Tentara Mati

Mata Hari merupakan penari eksotis yang juga terkenal sebagai mata-mata perempuan terbesar selama Perang Dunia I.

Mata-mata Cantik Ini Diyakini Sebabkan Ribuan Tentara Mati
Wikipedi
Mata Hari 

BANGKAPOS.COM - Bagi para pembaca karya sastra Indonesia, Mata Hari mungkin bukan nama yang asing.

Sastrawan Remy Silado secara khusus pernah memfiksikan kisah dramatis Mata Hari secara berseri di Kompas yang kemudian dibukukan dalam judul Namaku Mata Hari.

Ia merupakan penari eksotis yang juga terkenal sebagai mata-mata perempuan terbesar selama Perang Dunia I.

Bahkan, Agen Rahasia Perancis yang menangkapnya meyakini, Mata Hari adalah "The Greatest Woman Spy" yang mesti bertanggung jawab atas kematian beribu-ribu tentara akibat informasi yang diberikannya.

Mata Hari lahir di Belanda pada 1876 dengan nama Margaretha Geertruida Zella. Ia menikah dengan seorang kapten tentara kolonial Belanda, akrab disebut KNIL, ketika berusia 18 tahun.

Mata Hari. (Wikipedia)

Pada 1897, ia ikut pindah suaminya ke Pulau Jawa, Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Dari pernikahannya, mereka memiliki dua orang anak.

Dalam novel Namaku Mata Hari, suami Zelle digambarkan sebagai sebagai pemabuk kelas kakap, yang kasar dan pemarah. Kondisi ini membuatnya tidak bahagia. Untuk mengalihkan pederitaannya, Zelle menyibukkan diri dengan belajar studi budaya Jawa, termasuk tari.

Semakin lama, pernikahan Zelle semakin memburuk, dan setelah kembali dari Belanda, pasangan ini memutuskan berpisah pada 1902. Zelle pindah ke Paris.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help