Tolak Kenaikan Uang Kuliah, Mahasiswa Undip Serahkan Sekarung Receh

Ribuan mahasiswa Undip mengadakan aksi demonstrasi menolak kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pembangunan Institusi (SPI).

Tolak Kenaikan Uang Kuliah, Mahasiswa Undip Serahkan Sekarung Receh
TRIBUNJATENG/RIVAL ALMANAF
Ribuan mahasiswa mengerumuni Patung Diponegoro saat unjukrasa menentang kebijakan Uang Kuliah Tunggal di Undip Semarang, Selasa (5/4/2016). 

“Menjadi PTN-BH biaya kuliah menjadi mahal, copot saja BH-nya!” teriak seorang mahasiswa yang kemudian diikuti ribuan mahasiswa meneriakkan yel-yel copot BH. Mahasiswa lain juga memita Rektor turun jabatan jika memang akhirnya nanti UKT tetap dinaikkan.

Tidak juga mendapat tanggapan, mereka kemudian mendesak akan masuk ke Widya Puraya. Beruntung, sebelum massa merangsek masuk gedung, beberapa perwakilan dari Rektorat muncul, mereka di antaranya adalah Ka Humas Undip Nuswantoro Dwi Warno, Kepala Bagian Keuangan Undip Ratna, Pembantu Dekan III Fakultas Teknik, Asnawi dan beberapa Dekan.

Dalam pemaparannya, mereka menyampaikan sudah menerima aspirasi dari mahasiswa, namun karena mereka bukan pemegang keputusan, aspirasi itu akan disimpan terlebih dahulu utuk kemudian disampaikan kepada Rektor sepulang dari Prancis. Sontak hal itu justru membuat mahasiswa kembali naik pitam.

“Lalu kenapa kalian kemari?” teriak seorang mahasiswa. Ketika beranjak dari lokasi demo beberapa perwakilan dari universitas tersebut kemudian diserbu mahasiswa. Asnawi misalnya mobilnya dihadang kerumunan mahasiswa yang masih meminta penjelasan.

Kabag Humas, Nuswantoro, diminta untuk menerima kumpulan uang receh dari mahasiswa.

“Karena Undip menyatakan sedang defisit anggaran ini kami bantu uang receh hasil iuran mahasiswa, semoga keuangan Undip membaik,” kata seorang mahasiswa yang mengenakan jaket almamater Undip sembari menyerahkan satu karung goni berisi uang receh.

Nuswantoro lantas menerimanya, namun ia menegaskan kepada ratusan mahasiswa yang mengelilinginya.

“Uang ini saya terima, namun bukan sebagai simbol bahwa Undip sedang defisit, ini sebagai simbol kami menerima aspirasi mahasiswa, kalian dengar? Setuju?” kerumunan mahasiwa yang mengelilinginya hanya terdiam.

Setelah itu, ribuan mahasiswa bubar. Minggu depan, mereka akan kembali melakukan aksi serupa hingga mendapatkan jawaban yang jelas dari Rektor.

Penjelasan Rektor Undip

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help