Tolak Kenaikan Uang Kuliah, Mahasiswa Undip Serahkan Sekarung Receh

Ribuan mahasiswa Undip mengadakan aksi demonstrasi menolak kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pembangunan Institusi (SPI).

Tolak Kenaikan Uang Kuliah, Mahasiswa Undip Serahkan Sekarung Receh
TRIBUNJATENG/RIVAL ALMANAF
Ribuan mahasiswa mengerumuni Patung Diponegoro saat unjukrasa menentang kebijakan Uang Kuliah Tunggal di Undip Semarang, Selasa (5/4/2016). 

Tribun Jateng mendapatkan konfirmasi dari Rektor Undip Prof Yos Johan Utama melalui pesan Whatsapp. Ia yang masih berada di Perancis pada dasarnya sangat menghargai pendapat dan aspirasi mahasiswa, namun ia memohon untuk juga menghitung kebutuhan Undip untuk menjadi Universitas yang maju dan berkelas dunia.

w

"Kebijakan SPI didasarkan ketentuan peraturan menristekdikti 2015 dan hanya diberlakukan untuk jalur Ujian Mandiri (UM) yang diterima tahun 2016. Undip tetap melayani mahasiswa golongan tidak mampu melalui jalur bidik misi dan UKT golongan 1 dan 2 yang jumlahnya lebih dari 30 persen melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN," tulis Rektor kepada Tribun Jateng.

Menurtnya, SPI diberlakukan di Ujian Mandiri karena jalur tersebut memang bukan jalur bersubsidi, sehingga wajib untuk membiayai sendiri sekaligus mensubsidi UKT golongan 1 hingga 7.

"Kebutuhan Subsidi Undip sendiri mencapai 400 Milyar, tetapi hanya dibantu 80 Milyar via Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) jadi masih ada kekurangan 320 Milyar," beber Rektor.

Oleh karena itu ia menandaskan SPI tetap dibutuhkan Universitas untuk peingkatan operasional, kualitas sarana dan prasarana, lab, serta biaya penelitian dan kegiatan kemahasiswaan. Ia menjelaskan di era demokrasi mahasiswa berhak menyampaikan aspirasi. "Kami akan bertemu dulu dengan mereka, berdiskusi bersama, karena degan BEM, semua sudah didiskusikan," pungkasnya.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved