Wanita Penantang Ahok Ini Terseret Dugaan Penipuan

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang akrab disebut "Wanita Emas" ini diduga menipu pengusaha terkait tender proyek jalan.

Wanita Penantang Ahok Ini Terseret Dugaan Penipuan
Tribunnews/Eri Komar Sinaga
Hasnaeni Moein si Wanita Emas bergaya di hadapan awak media saat mengunjungi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Mischa Hasnaeni Moein terseret kasus hukum. Bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang akrab disebut sebagai "Wanita Emas" itu diduga menipu pengusaha terkait tender proyek pembangunan jalan di Jayapura, Papua.

Korban selaku Direktur Utama PT Trikora Cipta Jaya dikenalkan Arifin Abas (almarhum) kepada Hasnaeni pada Mei 2014. Korban dijanjikan menang sanggahan banding lelang proyek pembangunan 2 ruas jalan di Jayapura.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, mengatakan Hasnaeni masih berstatus sebagai saksi terlapor. Pihaknya masih menyelidiki atas dugaan kasus penipuan itu.

"Masih saksi. Peningkatan status harus melewati mekanisme gelar perkara terlebih dahulu," tutur Krishna kepada wartawan, Rabu (13/4/2016).

Dia menjelaskan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi-saksi terkait kasus itu. Sementara itu, aparat kepolisian telah melayangkan dua kali panggilan terhadap wanita itu.

"Kami sudah dua kali memanggil, tetapi tak pernah datang," kata dia.

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan, korban dan Hasnaeni telah dibuatkan surat perjanjian kerjasama untuk pengurusan sanggahan banding itu.

Wanita Emas dan saksi meyakinkan korban akan memenangkan sanggahan banding itu karena mempunyai kenalan orang dalam di Kementerian Pekerjaan Umum.

Untuk memperlancar pekerjaan, korban telah memberikan sejumlah uang kepada Hasnaeni sekitar Rp 900 juta, yang sebagian dibayarkan dengan chek dan sebagian dibelikan iPhone 6 unit senilai Rp 30 juta.

Seiring berjalan waktu, Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan sanggahan banding yang telah diajukan korban tersebut dianggap sebagai pengaduan.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved