Hakim Perintahkan Jaksa Kembalikan Kapal Isap ke David Wong

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat perintahkan jaksa kembalikan barang bukti (BB) Kapal Isap Pertambangan (KIP) Mentrachol

Hakim Perintahkan Jaksa Kembalikan Kapal Isap ke David Wong
Bangka Pos / Fery Laskari
Sidang KIP Mentrachol di PN Sungailiat, Selasa (15/3/2016) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat perintahkan jaksa kembalikan barang bukti (BB) Kapal Isap Pertambangan (KIP) Mentrachol kepada pemilinya, David Wong, atas nama PT Prinata. Sementara nahkoda serta kepala teknis kapal, Terdakwa Ayi Kartiwa dan Terdakwa Manit dijatuhi pidana penjara 10 bulan,

Vonis ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim PN Sungailiat, M Solihin didampingi anggota majelis, Jonson Parancis dan John Paul, Kamis (14/4/2016) dalam sidang akhir di pengadilan setempat. "Menyatakan barang bukti berupa KIP Mentrachol dikembalikan ke pemiliknya, dan 15 kampil pasir timah dirampas untuk negara," tegas Solihin,

Majelis Hakim memutuskan, perbuatan kedua terdakwa melanggar Pasal 323 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang pelayaran. "Menyatakan Terdakwa Ayi Kartiwa dan Terdakwa Manit terbukti bersalah, berlayar tanpa ijin dari syahbandar. Menjatuhkan pidana kepada masing-masing terdakwa, 10 bulan penjara, denda Rp 10 juta atau digantikan kurungan (subsider) tiga bulan," tegas Solihin.

Pertimbangan hakim dalam putusan terdiri dari dua hal, yaitu pertimbangan meringankan dan pertimbangan memberatkan. "Yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, sedangkan pertimbangan meringankan adalah terdakwa bersikap sopan dan mengakui perbuatannya," tambah Solihin.

Terkait putusan itu, Terdakwa Ayi Kartiwa dan Terdakwa Manit diberikan kesempatan sejenak berkonsultasi dengan Pengacara atau Penasihat Hukumnya (PH), E Papilaya di persidangan. Tak lama kemudoin, keduanya menyatakan sikap menerima putusan tadi. "Kami terima pak," kata Terdakwa Ayi Kartiwa dan Terdakwa Manit.

Sikap serupa dilontarkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Babel, Tatang. Di persidangan, pria kelahiran Sumatera Barat (Sumbar) itu menyatakan sikap yang sama, walau pun dua hari sebelumnya JPU ini sempat menuntut kedua terdakwa dengan pidana 1 tahun 6 bulan.
"Kami terima putusan ini," kata Tatang, menandakan vonis hakim memiliki kekuatan hukum tetap (incrah).

Fakta persidangan sebelumnya, Saksi ‪Dipo Asro Prayoga, Pengurus Perijinan Kapal Isap Penambangan (KIP) Mentrachol memberikan keterangan mengejutkan di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Selasa (15/3/2016). Saksi ini menyebut, KIP Mentrachol melakukan penambangan tanpa mengantongi surat ijin.

‪Keterangan saksi ini tentu saja berbeda dengan surat dakwaan yang dibuat Penyidik Lanal Babel, yang hanya menjerat Nahkoda KIP Mentarchol, Terdakwa I Ayi Kartiwa dan Kepala Teknis Kapal asal Thailand, Terdakwa II Manit menggunakan Undang-Undang Pelayaran saja.

Dalam kesaksiannya, Dipo menyebutkan, Mentrachol menambang antara Perairan Pulau Tujuh dan Pulau Dua. Dipo tahu persis bahwa saat itu Mentrachol tak mengantongi perijinan menambang, karena dia lah yang ditugaskan oleh Owner (Pemilik) KIP Mentrachol, David Wong, sebagai pengurusnya. Ijin yang dimaksud meliputi ijin berlayar maupun ijin olah gerak atau penambangan.

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved