Hubungan Gelap Ayah dan Anak Tiri Berujung Maut

Misteri jenazah ibu dan anak yang ditemukan di Hotel Widodo 1 Parangtritis dan laki-laki yang tewas menenggelamkan diri akhirnya terungkap.

Hubungan Gelap Ayah dan Anak Tiri Berujung Maut
TRIBUNJOGJA.COM/Anas Apriyadi
Evakuasi mayat terapung pria yang diduga tenggelamkan diri diri di Pantai Parangendog, Bantul, Yogyakarta. 

BANGKAPOS.COM, BANTUL - Misteri identitas dua jenazah ibu dan anak yang ditemukan di Hotel Widodo 1 Parangtritis dan laki-laki yang tewas menenggelamkan diri di Pantai Parangendog, Bantul, Yogyakarta berhasil diungkap oleh jajaran Polsek Kretek.

Kapolsek Kretek, Kompol Supardi menuturkan jenazah yang ditemukan di kamar hotel merupakan ibu dan anak kandung bernama Marina (19) dan putrinya Velsia Cinta Azhara (16 bulan).

Laki-laki yang jenazahnya ditemukan terapung ternyata merupakan ayah tiri Marina sekaligus pasangannya. Mereka berasal dari Kaliputih, Singorojo, Kendal.

"Hubungan gelap ayah dan anak tiri membuahkan satu anak yang ikut meninggal," ujarnya pada Kamis (14/4/2016).

Supardi menuturkan sempat kesulitan menemukan identitas mereka karena tidak menemukan tanda pengenal pada kamar hotel, namun dengan ditemukannya jenazah laki-laki terapung di laut selatan petunjuk mulai muncul dari barang-barang pada badan mayat.

Pertama dari STCKB (Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor) yang ditemukan di dompetnya atas nama Wiwik Handoyo yang ternyata setelah dikroscek kepolisian Semarang merupakan pemilik dealer.

Pada dompet juga ditemukan kuitansi uang muka pembelian sepeda motor atas nama Satriotomo.

Dari nomor yang ada di kuitansi dealer motor tersebut menurutnya berhasil dilacak alamat Satriotomo di Singorojo, Kendal.

"Saya hubungi Polsek Singorojo, saya minta kroscek alamat tersebut, disebutkan Satriotomo sudah beberapa tahun meninggalkan daerah tersebut karena memang ada permasalahan keluarga," ungkapnya.

Masalah keluarga tersebut menurutnya dimulai saat Satriotomo alias Yoyok menikahi Martiah (38) yang sudah janda dan memiliki anak gadis yaitu Marina.

Karena Martiah yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga jarang berada di rumah, justru muncul hubungan gelap ayah dan anak tiri hingga Marina Hamil.

"Mau diselesaikan secara kekeluargaan oleh Pak Dukuh keburu Yoyok dan Marina kabur, malau dilihat datanya anak lahir di Jogja pada Oktober 2014" ujarnya.

Menurutnya selama beberapa tahun pergi dari desanya, pasangan hubungan gelap ini hidup mengontrak di Ungaran dan beberapa kali memang datang menginap di hotel kawasan Parangtritis.

Keluarga yang didatangkan kemudian juga membenarkan identitas jenazah yang disimpan di RSUD Dr Sardjito sehingga kesimpulan bisa didapat.

Kini ketiga jenazah masih diproses untuk bisa dibawa pulang.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved