Heryati, Sang Pejuang Bagi Keluarga

Mata Heryati (60), berkaca-kaca manahan air mata. Ia pancarkan senyum senang di wajah

Heryati, Sang Pejuang Bagi Keluarga
bangkapos.com/Yudistira Gatra Praja
Heryati

Laporan Wartawan Bangka Pos, Yudistira Gatra Praja

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mata Heryati (60), berkaca-kaca manahan air mata. Ia pancarkan senyum senang di wajah, meski tak kuasa menahan haru, saat menerima bingkisan dari donatur dan pembaca Bangka Pos Group yang diberikan pada momen menyambut Hari Kartini tanggal 21 April, tahun ini.

Wanita perkasa dan berjiwa besar ini juga terkejut bisa dihampiri dan diberikan bingkisan sembako tersebut di kediamannya, di Kelurahan Pintu Air Bawah, Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang, saat selesai melaksanakan ibadah salat Zuhur, Rabu (20/4/2016) siang.

Heryati, seorang tulang punggung keluarganya ini, wajar bila dirinya terpilih dan disebut sesosok pejuang wanita. Ia terpilih karna mampu menjejaki hidup untuk memenuhi kebutuhan keuangan keluarganya.

Bermodalkan usaha membuat kue dari pesanan-pesanan acara pesta, ia sendiri menghidupi tujuh orang yang tinggal dirumahnya. Kemudian dirinya juga menghidupi dua orang anak yatim, saat ini yang sudah duduk di pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dari uang hasil usahanya.

Sejak tahun 2000 ia sudah berjuang sendiri mencari kebutuhan hidup. Karna suaminya yang sudah empat tahun mengidap sakit gula darah tinggi, sehingga tidak mampu lagi untuk bekerja.

"Sejak tahun 2000 saya sudah mulai mencari kebutuhan hidup, dari jualan kue bagi pesanan-pesanan acara pesta. Tapi tidak setiap hari dapat pesanan, paling seminggu empat kali. Ya begini lah, walau bekerja sendiri alhamdulillah selalu ada rezeki, yang penting saya cari uang ini iklas untuk kehidupan keluarga," ungkap Heryati, kepada bangkapos.com, di ruang tengah rumahnya.

Penulis: Yudistira Gatra
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help