Kapolri Akui Dada Siyono Ditendang Pakai Dengkul

Kapolri mengakui bahwa anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) menendang bagian dada terduga teroris Siyono.

Kapolri Akui Dada Siyono Ditendang Pakai Dengkul
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti. 

Saat itu, Siyono memang tak diborgol dan hanya dikawal seorang anggota Densus yang duduk di samping seorang sopir yang berposisi sebagai komandan.

Dalam foto tersebut tampak anggota Densus mengalami luka lebam di bagian pipi sebelah kiri dan leher bagian bawah. Luka lebam juga tampak di tangan sebelah kiri.

Badrodin menjelaskan tentang kronologi tewasnya terduga teroris Siyono. Di mana pada Selasa 8 Maret 2016, sekira pukul 18.00 WIB di Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, dilakukan penangkapan terhadap tersangka Siyono alias Afif alias Asri selaku Toliah Bitonah atau Panglima Askari.

Selanjutnya pada Kamis 10 Maret 2016 sekira pukul 08.30 WIB, polisi melakukan pengembangan dengan membawa Siyono ke daerah Terminal Besa, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri dalam keadaan tidak terborgol untuk mencari Tomigiri.

Alasan pencarian tersebut karena Siyono diketahui mendapat dua pucuk senjata api oleh Awang alias Cen Lung.

Pendarahan di kepala

Sebelumnya, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen (Pol) Arthur Tampi menjelaskan soal meninggalnya Siyono.

Menurut Arthur, Pusdokkes telah melakukan visum terhadap Siyono pada 11 Maret 2016 lalu. Dari hasil visum ditemukan pendarahan di belakang kepala yang menyebabkan tewasnya Siyono.

"Penyebab kematian adalah terjadi pendarahan di belakang kepala akibat benturan benda tumpul," ujar Arthur di Mabes Polri, Jakarta, Senin (14/3/2016).

Sementara itu, pada hari Senin (21/4/2016), PP Muhammadiyah bersama tim forensik dan Komnas HAM mengumumkan hasil autopsi di Kantor Komnas HAM.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved