Anggota DPRD Kota Pangkalpinang Diduga Bekingi Kapal Isap di Pantai Pasir Padi

amdal yang telah di beberkan oleh pengelola itu bisa di katakan sudah kadaluarsa. Karena keberadaan kapal isap tersebut, sudah sejak tahun 2015

Anggota DPRD Kota Pangkalpinang Diduga Bekingi Kapal Isap di Pantai Pasir Padi
Bangka Pos/Resha Juhari
Nelayan Pasir Padi 

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Setelah mendapat protes dari sejumlah nelayan. Keberadaan kapal isap produksi yang berada di wilayah pantai Pasir Padi Pangkalpinang, kembali mendapat protes dari masyarakat Air Itam, Bujang Darozi yang mengaku sangat keberatan akan keberadaan kapal isap di kawasan wisata Pangkalpinang tersebut.

"Keberadaan kapal isap ini, sudah mulai membuar resah masyarakat Air Itam. Seharusnya dikawasan wisata pantai Pasir Padi ini, tidak ada aktivitas pertambangan yang bisa menyebabkan kerusakan ekosistem laut, di kawasan wisata Pangkalpinang," ujarnya.

Tidak hanya masyarakat, nelayan yang ada di Air Itam juga sudah sangat resah, karena menurut mereka tangkapan mereka sudah berkurang. Sehingga otomatis pendapatan mereka berkurang.

Parahnya lagi, menurut informasi yang didapatnya, adanya aktivitas kapal isap tersebut, diduga dibekingi oknum anggota DPRD Kota Pangkalpinang yang ikut andil beroperasinya kapal isap di wilayah Pantai Pasir Padi.

" Informasinya seperti itu, kita tidak tahu dari fraksi mana. Yang penting ada oknum anggota dewan yang membeking. Jadi apabila nantinya ada persoalan pelanggaran hukum, kasus suap ataupun grativikasi mohon lah pihak-pihak terkait dapat menyelidikinya," ujarnya.

Menurut mantan anggota DPRD periode 2009-2014 ini, dalam perizinan, amdal yang telah di beberkan oleh pengelola itu bisa di katakan sudah kadaluarsa karena menurutnya keberadaan kapal isap tersebut, sudah sejak tahun 2015 kemarin sudah ada di wilayah pantai pasir padi.

"Keberadaan kapal tersebut sudah lama di pantai pasir padi, saya sebagai masyarakat air itam sangat menolak sekali dengan adanya kapal isap itu di daerah wisata kita. Karena laut itu bukan milik nelayan air itam, pakalarang maupun nelayan yang lain akan tetapi laut itu milik semua masyarakat pangkalpinang, pantai pasir padi itukan tempat wisata kita kalau sudah rusak apalagi yang akan di nikamati oleh masyarakat kita," ucapnya.

Tidak hanya anggota dewan, menurut Bujang, LPM, karang Taruna Kelurahan Temberan juga diduga ikut bermain. Bahkan oknum anggota dewan berani pasang badan apabila masyarakat menganggu keberadaan kapal isap tersebut.

" Saya sangat prihatin sekali, keluar kata-kata seperti itu. Bagaimana kejadian bisa seperti itu. Kami minta kapal tersebut pindah dari kawasan pantai Pasir Padi, karena hanya menguntungkan kepentingan pribadi pihak tertentu saja, tanpa memikirkan kerusakan yang timbul," ucap Bujang Darozi.(Zky)

Penulis: zulkodri
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved