Pemuda Pancasila Tolak Premanisme Pelajar

kedepan perlunya pembelajaran budi pekerti , patriotisme dan aktualisasi karakter pelajar yang jujur, dedikatif dan disiplin.

Pemuda Pancasila Tolak Premanisme Pelajar
Bangkapos.com/Zulkodri
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang terpilih, Fahrizan.

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sepekan terakhir ini, Kota Pangkalpinang dihebohkan dengan dua peristiwa menonjol yang melibatkan pelajar.

Peristiwa pertama diawali dengan tawuran pelajar dua Sekolah SMPN 3 dan SMPN 7 yang melibatkan preman, dan yang terbaru, terungkapnya kasus pembunuhan dengan dua orang tersangka yang statusnya juga masih pelajar SMP.

Melihat fenomena ini, menurut Ketua MPC Pemuda Pancasila, Fahrizan didampingi Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Luthfi Dharma kepada bangkapos.com, Jumat (29/06/2016) malam mengatakan hal ini, harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Untuk itu Ormas Pemuda Pancasila sangat menolak keras premanisme pelajar.

" Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Sebab sudah sejak lama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak memiliki kebiasaan tawuran pelajar, apalagi sampai membunuh. Pola premanisme yang berujung kriminalitas pelajar ini perlu penanganan khusus, karena pelajar kita tidak biasa melakukan itu," ujarnya.

Ditambahkan Kabid Organisasi dan Keanggotaan PP, Luthfi Dharma, kriminalitas yang melibatkan para pelajar ini, menjadi fenomena buruk bagi daerah.

" Ormas PP melihat terbunuhnya Hendy (alm) bukan hanya sebagai kasus kriminal semata. Tetapi sudah ada krisis jati diri bangsa, yang membuat generasi muda sekarang ini, memiliki prilaku menyimpang, dan kehilangan pegangan. Ini harus segera disikapi dengan cepat oleh semua pihak," ucapnya.

Untuk itu, lanjut Fahrizan kembali menipali, kedepan perlunya pembelajaran budi pekerti , patriotisme dan aktualisasi karakter pelajar yang jujur, dedikatif dan disiplin.

" Kita harapkan, peristiwa seperti ini, tidak terulang kembali, dan dikalangan pelajar perlu revolusi mental agar tidak mudah, atau terjerumus ke hal-hal negatif yang dapat merugikan masa depan mereka sendiri," ujar Fahrizan.(Zky)

Penulis: zulkodri
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved