BangkaPos/

Tuntutan Tak Dipenuhi Pegawai RSBT Ancam Akan Unjuk Rasa

Mediasi antara kedua belah pihak ini, digelar lantaran pihak perusahaan dinilai tidak menjalankan kesepakatan Perjanjian Kerja Bersama

Tuntutan Tak Dipenuhi Pegawai RSBT Ancam Akan Unjuk Rasa
Bangka Pos / Zulkodri
Proses Mediasi antara perwakilan PUK SP Farkes RS Bhakti Timah dengan perwakilan perusahaan PT RS Bhakti Timah di Kantor Dinsosnaker Kota Pangkalpinang, Jumat (29/04/2016).

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Setelah sempat mengelar mediasi Januari 2016 lalu. Dinsosnakertrans kembali mengelar mediasi antara lima orang perwakilan PUK SP Farkes Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT) dengan tiga orang perwakilan perusahaan PT Rumah Sakit Bhakti Timah, Pangkalpinang, Jumat (29/04/2016) petang.

Mediasi antara kedua belah pihak ini, digelar lantaran pihak perusahaan dinilai tidak menjalankan kesepakatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Januari 2016 lalu yang telah ditandatangani bersama.

Bahkan sebelum mengelar mediasi tersebut, pihak PUK SP Farkes RS Bhakti Timah, berencana akan mengelar aksi unjuk rasa dan mogok kerja, apabila tuntutan mereka tidak dilaksanakan oleh pihak perusahaan.

Setelah melalui mediasi cukup alot. Akhirnya kedua belah pihak sepakat, dan pihak perusahaan berjanji akan menyanggupi empat poin tuntutan para pegawai RSBT yang tergabung dalam PUK SP Farkes RS Bhakti Timah, dan pihak PUK pun, menunda aksi unjuk rasa yang mereka rencanakan.

Ketua PUK SP Farkes RS Bhakti Timah, Abdul Hakim mengucapkan terimakasih kepada pihak Dinsosnaker, telah berinisiatif memanggil kedua belah pihak.

" Dari pembahasan tadi, pihak perusahaan bersedia menyanggupi empat poin tuntutan kita. Dan mereka berjanji akan melaksanakan. Jadi kita tunggu saja, realisasinya. Hal ini, tidak berakhir sampai disini saja. Sedangkan soal aksi kita, sementara kita tunda menunggu, niat baik dari pihak perusahaan," ucap Abdul Hakim.

Adapun empat tututan yang mereka ajukan lanjut Abdul poin pertama pembahasan soal perjanjian kerja bersama yang dibahas setiap hari kamis, harus melibatkan PUK SP RS Bhakti Timah.

" Seharusnya minimal berjalan 11 kali, tetapi ini, baru empat kali, kita sangat kecewa, karena diabaikan.
Poin kedua soal kesejahteraan penyusunan struktur dan skala upah berdasarkan hasil tripartit dari PKB tertanggal 26 Januari, tidak dijalankan sesuai mekanisme, dan itu mengecewakan karyawan. Kita tidak pernah diajak membicarakan hal tersebut," ujar Abdul

Poin ketiga lanjutnya soal kebijakan perusahaan yang menghilangkan uang ketupat agar kembali diadakan.

Halaman
12
Penulis: zulkodri
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help