ABG Korban Perkosaan Ditemukan Polisi di Pinggir Pantai Pasir Padi

polisi telah mengamankan seorang supir berinsial SA yang disebutkan dalam laporan itu. Namun polisi belum menetapkannya sebagai tersangka

ABG Korban Perkosaan Ditemukan Polisi di Pinggir Pantai Pasir Padi
net
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Seorang gadis belia, sebut saja namanya Bunga, didampingi keluarganya mendatangi Polres Pangkalpinang, Senin (2/5) malam.

BACA: Kelakuan Pencabul Ini Sungguh Menjijikkan, Imingi Bocah Rp 5 Ribu untuk Dicabuli di Kebun Karet

Kedatangan gadis remaja itu bermaksud melaporkan kejadian pemerkosaan yang dialaminya di wilayah Pasir Padi, Pangkalpinang beberapa waktu lalu.

BACA: Ini Dia Kebohongan yang Sering Anda Dengar Mengenai 'Bercinta'

Usai mendapat laporan itu, polisi telah mengamankan seorang supir berinsial SA yang disebutkan dalam laporan itu. Namun polisi belum menetapkannya sebagai tersangka, karena tidak memiliki bukti kuat.

BACA: Tiga Bulan Lalu Jalan di Bateng Ini Aspal Mulus, Sekarang Jalan Tersebut Mendadak 'Hilang'

"Kami masih mendalami keterangan korban, karena masih berubah-ubah dan belum terlalu jelas apa yang disampaikannya. Jadi masih dalam proses pemeriksaan," ungkap Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Teguh Setiawan mewakili Kapolres Pangkalpinang, AKBP Heru Budi Prasetyo, Selasa (3/5) siang.

BACA:  Beginilah Kondisi Toilet Maut Lokasi Mahasiswi UGM Dieksekusi, Bikin Merinding

Ia menjelaskan, terungkapnya dugaan pemerkosaan ini setelah Bunga ditemukan oleh anggota polisi saat tengah berada di kawasan Pantai Pasirpadi.

BACA: Beginilah Sikap Yusril ketika Mobilnya Disiram Cat, 'Nggak Perlu Lapor-Lapor'

Karena pihak kepolisian tidak memahami secara jelas maksud Bunga, korban pun sempat diantar ke dinas sosial untuk dilakukan tindak lanjut penangannnya.

Namun, dari sana terungkap bahwa korban mengaku telah disetubuhi.

BACA: 'Mengejutkan' Gadis Ini Ngaku Nyaman Bersama Amokrane Si Pembuat Onar di Bali

"Pelaku yang diduga oleh korban belum bisa dibuktikan. Langkah kami kedepan akan berencana memanggil psikolog untuk menanyakan keterangan korban, karena situasi seperti ini kami memang memerlukan bantuan psikolog. Jadi, sementara itu kami masih berupaya mengumpulkan keterangan dan alat bukti lainnya," ujar Teguh. (bow)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help