Evaluasi Honorer Bateng Bukan Ukuran Kinerja Pegawai

Edi Purwanto mengungkapkan evaluasi pegawai honorer Pemkab Bateng belum dapat dijadikan ukuran untuk menentukan kinerja pegawai

Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Anggota Komisi I DPRD Bangka Tengah, Edi Purwanto mengungkapkan evaluasi pegawai honorer Pemkab Bateng belum dapat dijadikan ukuran untuk menentukan kinerja seorang pegawai.

‎Untuk itu, dia minta hasil evaluasi honorer yang digelar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bateng dipertimbangkan kembali.‎

"Belum tentu honorer yang pintar, rajin bekerja dan dapat bekerja. Begitu juga sebaliknya, belum tentu honorer yang tidak lulus, tidak dapat bekerja. ‎Ini hanya tes IQ saja,"  kata Edi kepada bangkapos.com, Senin (9/5/2016).

‎Menurutnya, kepala SKPD lebih memahami anak buahnya sehingga bertanggung jawab terhadap kinerja para pegawai honorer.‎

"Seharusnya mereka (kepala SKPD) yang diminta untuk mengevaluasi, tes hanya bahan pertimbangan saja. ‎Kinerja yang harus dilihat oleh kepala SKPD. Jadi saya lebih senang SKPD yang dilibatkan, lalu evaluasi enam bulan sekali honorer tersebut," jelasnya.‎

Namun, terlepas dari itu semua, menurut Edi, kebijakan sudah dikeluarkan. Bagi yang tidak lulus, dia menyarankan bersabar saja.

Edi menyebutkan, masih ada kesempatan lain bagi yang tidak lulus evaluasi dan semoga mendapatkan pekerjaan yang lebih cocok dan dihargai.

Pemkab Bateng mengevaluasi 1.077 pegawai honorer, Kamis (7/4/2016) lalu di Gedung Serba Guna Koba. Peserta dibagi tiga kelompok, yakni honorer lulusan SD, SMP, SMA sebanyak 25 soal, DI-DIII 40 soal dan S1 dan S2 ada 50 soal.‎

Penulis: Alza Munzi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved