PT Stanindo Akan Tetap Menambang Kawasan Wisata, Tak Peduli Ada Yang Mendemo

"Sekali lagi kami ini, berinvestasi bukan maling. Tidak mungkin diizin, pak zul. Daerah itu bukan daerah konservasi, itu, alur pelayaran," kata Dodot

PT Stanindo Akan Tetap Menambang Kawasan Wisata, Tak Peduli Ada Yang Mendemo
bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Sejumlah mahasiswa asal Permahi Babel saat menggelar aksi demo menolak aktifitas pertambangan di kawasan Pantai Pasir Padi kota Pangkalpinang. Aksi digelar di depan halaman kantor Walikota Pangkalpinang. 

Laporan wartawan Bangkapos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Terkait unjukrasa yang digelar oleh Permahi mengenai keberadaan Kapal Isap Produksi (KIP) yang dinilai telah merusak lingkungan di kawasan Wisata Pasir Padi di Kota Pangkalpinang, ditanggapi santai oleh perwakilan PT Stanindo Inti Perkasa selaku pengelola KIP, Ismiryadi.

Menurut Ismiryadi, pihaknya tetap mengoperasikan KIP dikawasan tersebut, karena sudah memiliki izin yang lengkap.

" Kita sudah ada, amdal, sudah penuhi persyaratan. Terus apa bukti kerusakannya. Kami ini, pengusaha, kami ini, investasi pakai modal, dan izin kami lengkap. Jaminan reklamasi, dan kesungguhan kami juga sudah bayar," ujarnya.

Dikatakan Ismiryadi yang kerap disapa Dodot, pihaknya mengaku mempertanyakan, soal unjukrasa yang dilakukan oleh Permahi.

" Kita dapat izin itu, tidak langsung terjun dari langit, sudah sesuai prosedur. Apakah perizinan harus, ada rekomendasi dari LSM apapun, apakah Permahi atau Walhi, silahkan ajukan ke presiden aturannya seperti itu, biar kita enak bekerjanya, kita sepakat semua," ucap Dodot.

Satu lagi tambah Dodot, kalau memang mau sepakat semua, kenapa Permahi tidak mempertanyakan keberadaan kapal isap di daerah Parai, Tanjung belubang, batu Bedaun, itu juga tempat pariwisata.

" Sekali lagi kami ini, berinvestasi bukan maling. Tidak mungkin diizin, pak zul. Daerah itu bukan daerah konservasi, itu, alur pelayaran. Kalau mau fair, saya juga mengimbau kepada Permahi untuk mengkoreksi sesuatu agar tidak tebang pilih. Bagaimana dengan kapal isap di sampur, batu belubang tidak berapa mil, di Parai juga, itu daerah pariwisata juga, apa komentar Permahi," ucapnya.

Penulis: ryan augusta
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help