Lima Pantangan Adat di Air Terjun Bukit Maras Hingga Misteri Naga dan ATok Putih

"Misalnya, kalau cewek yang sedang kena men (menstruasi, datang bulan) sebaiknya menunda dulu untuk tidak masuk ke lokasi air terjuan atau ..."

Lima Pantangan Adat di Air Terjun Bukit Maras Hingga Misteri Naga dan ATok Putih
bangkapos.com/Riyadi
Bukit Maras dilihat dari Desa Berbura Kecamatan Riausilip. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Beberapa lokasi Air Terjun Bukit Maras di Desa Berbura Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka, kini banyak menyita perhatian warga dari berbagai daerah, untuk mengunjunginya.

BACA: Inilah Kekayaan 7 Artis Indonesia yang Super Fantastis, 7 Turunan Pun Tak akan Habis

Namun pesatnya pengunjung terutama di hari Sabtu dan Minggu serta hari libur lainnya, membuat pengunjung sendiri banyak yang tidak mentaati aturan adat Desa Berbura.

BACA: Dikira Anak-anak, Miliarder Ratu Lingerie Kena Damprat Gara-gara Gendong Pria Ini

"Misalnya, kalau cewek yang sedang kena men (menstruasi, datang bulan) sebaiknya menunda dulu untuk tidak masuk ke lokasi air terjun atau naik ke bukit, terkecuali memang mendesak harus naik karena kepentingan kerja atau studi, itu nggak apa-apa, tapi kalau nggak mendesak lebih baik jangan naik dulu lah," kisah Kades Berbura Asmiati kepada bangkapos.com, Selasa (10/5/2016).

Dikatakan Asmiati, wanita yang sedang datang bulan, secara adat memang dari dulu tidak diperbolehkan masuk ke Maras.

"Sebenarnya itu pantangan, karena orang yang sedang haid kan badannya kotor, itu nggak boleh masuk ke sana, kalau hanya sekedar mau main, tapi kalau mendesak karena urusan kerja dan studi, insyaallah nggak apa-apa," jelasnya.

Asmiati mengungkapkan, berbuat tidak senonoh, berkata kotor, mesum di saat masuk dan berada dalam lingkungan Bukit Maras, adalah pantangan yang sering dilanggar pengunjung, terutama anak-anak muda.

Sebenarnya, pantangan itu ada benarnya kalau ditaati, tujuannya untuk menjaga local wisdom (kelestarian lokal) di hutan tersebut.

Halaman
123
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help