Pemuda Pancasila Cari Solusi Terkait KIP Pasirpadi

Pro kontra keberadaan kapal isap produksi (KIP) di perairan Pasir Padi Pangkalpinang menjadi perhatian Pemuda Pancasila.

Pemuda Pancasila Cari Solusi Terkait KIP Pasirpadi
Bangkapos.com/dok
Ketua MPC Pemuda Pancasila Pangkalpinang, Fahrizan.

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pro kontra keberadaan kapal isap produksi (KIP) di perairan Pasir Padi Pangkalpinang menjadi perhatian Pemuda Pancasila.

Ormas kepemudaan ini berencana melakukan audiensi dengan DPRD dan Walikota Pangkalpinang terkait keberadaan KIP tersebut.

Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila, Kota Pangkalpinang, Fahrizan melalui release diterima bangkapos.com, Rabu (11/05/2016) mengatakan audiensi untuk mencari solusi persoalan KIP di Pasir Padi.

Fahrizan mengatakan, berdasarkan perda tata ruang, wilayah Kota Pangkalpinang bukan wilayah pertambangan. Namun kenyataannya ada aktivitas pertambangan.

"Melihat fenomena seperti ini, harus kita luruskan dan carikan solusinya, sebab Perda Tata Ruang Nomor 1 Tahun 2012 tentang tata ruang wilayah Kota Pangkalpinang bukan kawasan pertambangan. Padahal Kota Pangkalpinang memiliki potensi mineral logam dan non logam," kata Fahrizan.

Karena bukan wilayah pertambangan, lanjut Fahrizan, maka Pangkalpinang juga tidak mengatur pertambangan non mineral seperti pasir kwarsa, batuan, dan tanah puru.

"Melihat seperti ini, bukan tidak mungkin Perda No 1 tentang tata ruang bisa kita usulkan untuk direvisi agar potensi di Pangkalpinang bisa dimanfaatkan. Tetapi yang jelas kita akan lakukan audiensi terlebih dahulu, mencari solusi soal pro kontra kapal isap ini. Sebab, pertambangan di Pangkalpinang bukan hanya disitu saja, ada di daerah Parit Enam, Ampui, Pangkalarang, dan lainnya. Jadi kita sama-sama cari solusinya bukan sekedar mengkritisi," ujarnya.

Penulis: zulkodri
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help